• Home
  • Ekbis
  • Bupati Meranti Buka Peluang Investor Kembangkan Potensi 11 Tasik

Bupati Meranti Buka Peluang Investor Kembangkan Potensi 11 Tasik

Minggu, 30 Maret 2014 20:18 WIB

SELATPANJANG - Sebanyak 11 tasik terdapat di Kabupaten Kepulauan Meranti siap dikelola investor untuk pengolahan air bersih. Bahkan Bupati Drs Irwan MSi telah membuka peluang kepada investor yang ingin mengelola air tasik tersebut.

Hal itu ditegaskan Irwan ketika ditemui wartawan di Selatpanjang beberapa waktu lalu. Kata Irwan, daerah yang dipimpinnya tersebut sebenarnya memiliki potensi sumber air bersih yang cukup, namun belum terolah dengan baik karena berbagai keterbatasan yang dimiliki Pemda.

Ini disampaikan Irwan mengingat sebagai daerah baru tentunya masih banyak sektor yang harus dibenahi oleh pemkab sesuai prioritas, seperti infrastruktur dasar seperti jalan dan listrik.

"Untuk itu Pemda membuka peluang sebesar-besarnya kepada para investor yang tertarik ditambah kita memang sudah punya sumber air bersih di tasik-tasik yang menunggu sentuhan," kata Irwan.

Dikatakan Irwan lagi, para investor tentunya dapat memanfaatkan tasik-tasik ini sebagai sumber air bersih yang untuk kemudian dialirkan ke rumah masyarakat.

"Saya yakin masyarakat pasti bersedia berlangganan air bersih jika memang sudah dikelola dengan baik," tambah orang nomor satu Kepulauan Meranti itu.

Pemkab sendiri, ujar bupati, berencana membangun PDAM berskala besar di dua tasik, yakni Tasik Putri Puyu di Pulau Padang dan Tasik Air Putih di Pulau Rangsang. Terkait bagaimana teknis pengelolaan dan pembangunannya, masih dalam tahap evaluasi tim tekhnis Pemkab Kepulauan Meranti.

Kata Irwan, pengelolaan ini bisa melibatkan investor, bisa juga dengan melalui anggaran APBD Meranti. Pemkab akan mengevaluasi dulu mana yang lebih efektif, kondusif dan menguntungkan daerah. 

"Secara tekhnis dan kualitas, untuk Tasik Air Putih sudah memenuhi syarat. Namun, untuk Tasik Putri Puyu, masih dalam tahap study kelayakan. Rencananya, tahun 2015 pembagunan PDAM di kedua Tasik di Pulau Terluar ini sudah dirampungkan dan beroperasi," katanya.

Sedangkan untuk jangka pendek, lanjut Bupati, direncanakan Pemkab Kepulauan Meranti akan memprioritaskan dulu pengelolaan Tasik Air Putih. Dari hasil studi kelayakan, debit air dan kualitas air Tasik Air Putih, sudah memenuhi standar. 

Debit air Tasik Air Putih diperkirakan tidak akan pernah kering dan tersedia sepanjang tahun, meskipun debit curah hujan berkurang. Sisi lainnya, meskipun ketinggian volume air Tasik Air Putih bergerak seiring dengan pasang surutnya air laut, hal ini tidak menjadikan Tasik Air Putih terinstrusi air laut. 

"Kondisi air Tasik Air Putih, tetap jernih dan tawar. Apalagi hutan Tasik Air Putih merupakan salah satu hutan lindung suaka margasatwa yang telah ditetapkan pemerintah," jelasnya.

Untuk itu, pengelolaanya Tasik Air Putih akan disinergikan dengan pengembangan ekowisata alam Hutan Lindung Tasik Air Putih. Menyinggung berapa total pagu anggaran pembangunan PDAM dan jaringannya, bupati belum dapat membeberkan angka pastinya. 

"Untuk item ini menjadi tanggung jawab PU dan beberapa lintas Satker. Kita masih menunggu hasil kerja tim teknis yang berwewenang terkait pengesahan Perda," katanya melanjutkan. 

"Kita harapkan dengan menjadikan Tasik Air Putih sebagai sumber air bersih dan dibangun PDAM sekala besar, akan mampu menjawab persoalan krisis air bersih di Pulau Rangsang. Baik untuk keperluan masyarakat, maupun industri," beber Irwan.

Nama-nama Tasik di Meranti:

1. Tasik Nambus (Kecamatan Tebingtinggi Barat)

2. Tasik Penekat (Kecamatan Tebingtinggi Barat)

3. Tasik Ulu Mahmud (Kecamatan Tebingtinggi Timur)

4. Tasik Air Putih (Kecamatan Rangsang)

5. Tasik Ular (Kecamatan Rangsang)

6. Tasik Lumut (Kecamatan Rangsang)

7. Tasik Gemut (Kecamatan Rangsang)

8. Tasik anak Penyagun (Kecamatan Rangsang)

9. Tasik Tanjung Meskil (Kecamatan Rangsang)

10. Tasik Tempurung (Kecamatan Rangsang)

11.Tasik Putri Puyu (Kecamatan Tasik Putri Puyu).***(adv/hum/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Ekbis
Komentar