Curah Hujan Tinggi BikinPetani Karet di Kepualauan Meranti Merugi
Senin, 06 Januari 2014 14:08 WIB
SELATPANJANG - Curah hujan yang tinggi sepanjang tiga bulan terakhir mencapai titik puncaknya pada Desember 2013 lalu. akibatnya petani dan buruh penyadap karet di berbagai pelosok desa merugi.
"Pada musim penghujan ini para petani hanya mampu menghasilkan 25-30 kg/pekan turun drastis dibanding biasanya yang mencapai 50-75 kg/pekannya. Kondisi inilah yang membuat petani petani karet merugi.
Demikian diungkapkan Salim (60 th) salah seorang petani Karet Kecamatan Tebing Tinggi Barat, kemarin di Alai, Kabupaten Kepulauan Meranti.
"Kalau hujan terus menerus turun, jelas petani kewalahan. Meskipun harga karet atau ojol naik, tapi produksi karet turun karena tidak bisa menderes. Alhasil, naiknya harga karet tetap tidak bisa dinikmati petani," ungkap Bapak lima anak ini.
Senada dengan Salim, Rokhmad (45 th) juga menyatakan hal sama. Tingginya curah hujan menyebabkan pera petani karet tidak bisa menderes. Hujan lebat menyebabkan batang karet basah, sehingga tidak bisa dideres.
"Kalau dipaksakan dideres, tidak hanya akan merusak pohon karet itu sendiri. Disisi lainnya, kualitas latex yang dihasilkan juga tidak bagus, karena terlalu banyak bercampur air. Akibatnya, harga jual karet atau ojol akan turut jatuh," ucapnya.
Menurutnya, kalau tidak mau mengambil resiko, menderes pada saat curah hujan tinggi. Kalau soal timbangan yang di basi (dikurangi red) karena terlalu banyak mengandung air sehingga kualitas latex turun.
"Barangkali tidak terlalu dipusingkan petani. Yang paling ditakutkan petani karet, tanaman karet juga rawan diserang penyakit. Kalau ini terjadi, pohon karet yang rusak tersebut akan mati secara perlahan-lahan. Akibatnya, petani karet harus menanggung kerugian moril dan materil," beber Rokhmad.***(fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Pendidikan
Tahun Baru Islam Jadi Momentum Pemko Dumai Perkuat Karakter Religius Pemuda
-
Lingkungan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kapolda Riau Pimpin Penanaman Mangrove di Dumai
-
Sosial
Hari Lahir Pancasila 2026 di Dumai Berlangsung Khidmat, Perkuat Persatuan Bangsa
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal

