• Home
  • Ekbis
  • Dermaga Ditabrak Tanker, Pertamina Rugi Rp6 Miliar Sehari

Dermaga Ditabrak Tanker, Pertamina Rugi Rp6 Miliar Sehari

Kamis, 06 Februari 2014 09:05 WIB

KOTOGASIB - Buntut kecelakaan lalulintas perairan yang terjadi di Sungai Siak yakni tanker Intan Daya 9 PT Teguh Persada Kencana yang disewa dan dioperasikan PT Maskapai Pelayaran Pulau Laut menabrak dermaga ekspor milik PT Pertamina EP Lirik Terminal Buatan di Desa Buatan II, Kecamatan Kotogasib, Siak Senin (3/2/14) lalu akhirnya Rabu (5/2/14) berbuntut mencari kesepakan damai.

Dua perusahaan tersebut berdamai di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Pekanbaru, dalam rapat kesepakatan tersebut dihadiri pihak PT Pertamina EP Asset 1 Lirik Filed diwakilkan Lirik Leal & Relation Assistant Manager PT Pertamina EP Asset 1 Lirik Lield M.Jabbar, PT. Teguh Perkasa Kencana Shahrul AK Lubis, PT Maskapai Pelayaran Pulau Laut Iin Wijaya, dan SKK Migas Perwakilan Sumbagut.

Dalam kesepakatan tersebut pihak PT Pertamina EP Lirik menawarkan alternative solusi yakni Pihak Kapal Intan Daya 9 segera melakukan perbaikan Breasting Dolpin dalam kurun waktu 15 hari terhitung 3 Februari 2014 lalu, Pihak Pertamina EP bersedia melalukan perbaikan dengan dibiayai pihak Kapal Intan Daya 9 dengan biaya sebesar Rp2,028,260,000. Akan tetapi solusi tersebut belum bisa diputuskan pihak Kapal Intan Daya 9 dan berjanji akan ada keputusan pada 8 Februari 2014 mendatang.

"Dalam pertemuan dengan pihak Kapal Intan Daya 9 di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Pekanbaru, kita menawarkan opsi yakni mereka yang mengerjakan atau kita, tetapi seluruh biayanya dari mereka. Untuk menghitung biaya, besok (Kamis,red) mereka akan turun ke lokasi untuk menghitung estimasi biaya yang akan dikeluarkan," terang Lirik Leal & Relation Assistant Manager PT Pertamina EP Asset 1 Lirik Lield M Jabbar.

Selain itu PT Pertamina EP Lirik juga menceritakan permasalahan yang timbul akibat rusaknya Breasting Dolpin tersebut, yakni bila perbaikan lebih dari 15 hari kedepan dan tidak bisa melakukan pengiriman atau lifting crude oil ke kilang RU II Sei Pakning akan mengakibatkan top tank atau penutupan sumur produksi.

Dan apabila hal tersebut terjadi maka kerugian yang akan diderita PT Pertamina EP Lirik sekitar Rp6,875,000 per harinya, dengan total keseluruhan 5500 BOPD dengan rincian penghentian produksi minyak PT Pertamina EP Asset 1 Filed Lirik sebesar 2100 BOPD, PT Medco Lirik sebesar 2400 BOPD, PT SPE sebesar 600 BOPD, dan PT EMP Tonga sebesar 400 BOPD.

"Kita menberikan konsekuensi potensial losses atau apabila tidak dikerjakan, pihak PT Pertamina akan mengalami kerugian sekitar Rp6 miliar per harinya. Untuk itu kita mendesak pihak Kapal Intan Daya 9 secepatnya melakukan perbaikan tersebut," tambah M Jabbar.

Pertemuan tersebut diketahui Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Pekanbaru ditandatangani atas nama Suheri, SE, dan pihak PT Pertamina EP Asset 1 Lirik Feld ditandatangani atas nama M Jabbar, PT Teguh Persada Kencana ditandatangani atas nama Shahrul AK Lubis, PT Maskapai Pelayaran Pulau Laut ditandatangani atas nama Iin Wijaya.***(nto)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Ekbis
Komentar