Desember 2013, Pedesaan Riau Alami Inflasi 0,29 Persen
Selasa, 21 Januari 2014 10:32 WIB
PEKANBARU - Pada Desember 2013 lalu, beberapa komoditas perkebunan mengalami kenaikan. Data BPS Riau menyebutkan harga TBS sawit naik 2,24 persen, harga karet naik 1,48 persen, harga pinang naik sebesar 0,03 persen, kopi dan biji coklat masing-masing naik sebesar 0,01 persen.
Kenaikan beberapa komoditas perkebunan tersebut membuat terjadinya kenaikan pada indeks harga yang diterima petani terutama pada subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 3,68 persen.
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Mawardi Arsyad Senin (20/1/14), terjadinya kenaikan beberapa komoditas perkebunan tersebut membuat daerah pedesaan yang mayoritas berprofesi sebagai petani mengalami inflasi.
"Inflasi di daerah pedesaan di Riau sebesar 0,29 persen. Selain kenaikan komoditas perkebunan, inflasi juga dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga pada hampir semua kelompok pengeluaran konsumsi rumah tangga," terangnya.
Menurutnya, beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan adalah kelompok makanan jadi, rokok dan tembakau sebesar 0,72 persen, kelompok transportasi dan komunikasi sebesar 0,40 persen.
Selanjutnya, tambahnya, kelompok sandang sebesar 0,25 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,28 persen, kelompok perumahan sebesar 0,16 persen, kelompok bahan makanan 0,14 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,01 persen.***(H-we)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan

