• Home
  • Ekbis
  • Disperindag Dumai Bentuk Tim Satgas Monitoring Harga Elpiji

Disperindag Dumai Bentuk Tim Satgas Monitoring Harga Elpiji

Sabtu, 04 Januari 2014 10:39 WIB

DUMAI - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Dumai membentuk tim satgas untuk melakukan monitoring harga dan pasokan LPG ukuran 3 Kg di pasaran paska dinaikkannya harga LPG ukuran 12 Kg oleh Pertamina.
 
Demikian disampaikan Plt Kepala Disperindag Kota Dumai, Zulkarnaen didampingi Kabid Perdagangan, Kamaruddin Jumat (3/1/2014) di ruang kerjanya. 
'Disperindag Kota Dumai membentuk tim Satgas untuk melakukan monitoring harga dan pasokan LPG ukuran 3 Kg di pasaran paska dinaikkannya harga LPG ukuran 12 Kg oleh Pertamina,' katanya.
 
Tim monitoring melibatkan Disperindag, pihak kepolisian, Bagian Ekonomi, Satpol PP dan Instansi terkait lainnya yang bertugas memonitoring harga dan pasokan LPG ukuran 3 Kg dipasaran.
 
Menurut Zulkarnaen, pihaknya khawatir kenaikan harga LPG 12 Kg akan berdampak buruk terahadap pasokan LPG 3 Kg sebab pasokan LPG bersubsidi yang dialokasikan Pertamina sangat terbatas.
 
'Harga LPG ukuran 12 Kg dipasaran sudah mencapai Rp140 ribu pertabung atau naik sekitar Rp 50 ribu dari harga sebelumnya. Kenaikan LPG 12 Kg sudah pasti akn mempengaruhi pasokan LPG 3 Kg dipasaran, oleh karena itu kita membentuk Satgas untuk memonitoring agar tidak terjadi kelangkaan LPG 3 Kg akibat kenaikan LPG 12 Kg,' terangnya.
 
Lanjutnya, untuk mengantisipasi kelangkaan LPG ukuran 3 Kg, Zulkarnaen juga menyebutkan bahwa Disperindag sudah melayangkan surat penambahan kuota LPG 3 Kg. 

'Awal tahun ini kita mengajukan penambahan kuota LPG 3 Kg dari 4080 tabung perhari menjadi 10 ribu tabung perhari, hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya kelangkaan LPG dipasaran khususnya LPG ukuran 3 Kg paska kenaikan LPG 12 Kg,' sebutnya.  
 
Terakhir, Zulkarnaen juga meminta pihak Pertamina melakukan monitoring terhadap penjualan LPG bersubsidi agar tepat sasaran. Disperindag juga meminta dalam mendistribusikan LPG 3 Kg, Pertamina hendaknya melakukan pendistribusian secara tertutup, seperti mendistribusikan LPG kepada pemegang kartu kendali.
 
'Jika hal itu tidak dilakukan Pertamina, maka persoalan kelangkaan dan kenaikan harga LPG ukuran 3 Kg tidak dapat dibendung, karena selama ini Pertamina melakukan pendistribusian secara terbuka sehingga siapa saja bisa mendapatkannya tanpa ketentuan orang mampu atau tidak,' tegasnya.
 
Dan menurut Zulkarnaen, kenaikan dan kelangkaan LPG ukuran 3 Kg sudah mulai terlihat di kota Dumai. 

'Dari pantauan di lapangan oleh Disperindag kota Dumai, LPG ukuran 3 Kg sudah dijual diatas harga eceren tertinggi (HET) yakni Rp18.000 per tabung sementara HET hanya Rp14.700. disamping itu telah terjadi kelangkaan di pasaran akibat banyak warga yang memborong LPG begitu tiba di pangkalan,' pungkasnya.***(die)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Ekbis
Komentar