Gubri Alihkan Tol Pekanbaru-Dumai ke Bagansiapiapi
Rabu, 02 April 2014 17:19 WIB
PEKANBARU - Gubernur Riau Annas Maamun pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai ingin dialihkan ke Sumatera Utara. Gubernur beralasan, kalau Pekanbaru-Dumai sangat sedikit kenderaan yang melintas.
Namun menurut gubernur, pengalihan jalan tol tersebut, akan dibuatkan simpang menuju Bagansiapi-siapi dan Kota Dumai.
"Saya minta jalan tol jangan lagi ke Dumai. Diakan jalan tol itukan bayar, orang bikin jalan tol mau untung. Tapi kalau ke Dumai, berapa bijilah. Itukan kalau ke Sumatera Utara ramai, baru kita simpangkan ke Dumai," kata Gubernur, Rabu (2/4).
Gubernur mencontohkan, jalan-jalan tol yang ada di Pulau Jawa. Dimana jalan-jalan di sana tidak terpaku hanya ke satu daerah. Seperti halnya jalan tol Cikampek, yang saling berhubungan dengan Jatiwaringin, serta ke Jatinangor.
Konsep ini menurut Annas, jika dilakukan di Riau akan mampu memberikan feedback bagi daerah-daerah yang dilintasinya.
"Jadi yang dihubungkan itu ada provinsi dan daerah. Coba tengok jalan tol Cikampek, simpang ke sini, simpang ke Jatiwaringin, simpang lagi ke Jatinangor," paparnya.
Meski begitu, Annas menyatakan memang tak mudah, terutama masalah pembebasan lahan. Apalagi yang berkaitan dengan hutan tanaman industri.
Izin pembebasan lahan harus mendapat izin dari Kemenhut yang urusannya sedikit panjang. Ada pun sepengalaman Annas saat menjadi bupati, pembebasan lahan selama ini lebih banyak modal nekad saja.
"Saya sudah tanya dengan pimpro dari Kementerian PU di Jakarta tu, hari ini rakyat mau kasih, tapi bagaimana lahan di kawasan hutan roduksi harus melalui Kementerian kehutanan," ujarnya.***(mok)
Namun menurut gubernur, pengalihan jalan tol tersebut, akan dibuatkan simpang menuju Bagansiapi-siapi dan Kota Dumai.
"Saya minta jalan tol jangan lagi ke Dumai. Diakan jalan tol itukan bayar, orang bikin jalan tol mau untung. Tapi kalau ke Dumai, berapa bijilah. Itukan kalau ke Sumatera Utara ramai, baru kita simpangkan ke Dumai," kata Gubernur, Rabu (2/4).
Gubernur mencontohkan, jalan-jalan tol yang ada di Pulau Jawa. Dimana jalan-jalan di sana tidak terpaku hanya ke satu daerah. Seperti halnya jalan tol Cikampek, yang saling berhubungan dengan Jatiwaringin, serta ke Jatinangor.
Konsep ini menurut Annas, jika dilakukan di Riau akan mampu memberikan feedback bagi daerah-daerah yang dilintasinya.
"Jadi yang dihubungkan itu ada provinsi dan daerah. Coba tengok jalan tol Cikampek, simpang ke sini, simpang ke Jatiwaringin, simpang lagi ke Jatinangor," paparnya.
Meski begitu, Annas menyatakan memang tak mudah, terutama masalah pembebasan lahan. Apalagi yang berkaitan dengan hutan tanaman industri.
Izin pembebasan lahan harus mendapat izin dari Kemenhut yang urusannya sedikit panjang. Ada pun sepengalaman Annas saat menjadi bupati, pembebasan lahan selama ini lebih banyak modal nekad saja.
"Saya sudah tanya dengan pimpro dari Kementerian PU di Jakarta tu, hari ini rakyat mau kasih, tapi bagaimana lahan di kawasan hutan roduksi harus melalui Kementerian kehutanan," ujarnya.***(mok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
Hari Pramuka ke-65, Logo dan Tema Resmi 2026
-
Politik
DPRD Riau Masuk Tahap Akhir Penanganan Parisman dan Indra Gunawan
-
Ekbis
BRK Syariah Didorong Jadi Mitra Perbankan Perusahaan di Riau
-
Pendidikan
Keracunan MBG di Dumai, 45 Siswa Dirawat
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Pendidikan
Tahun Baru Islam Jadi Momentum Pemko Dumai Perkuat Karakter Religius Pemuda

