• Home
  • Ekbis
  • Inflasi Tinggi, Bupati Meranti Takut Berdampak Pada Kemakmuran Rakyat

Inflasi Tinggi, Bupati Meranti Takut Berdampak Pada Kemakmuran Rakyat

Kamis, 09 Januari 2014 19:59 WIB

SELATPANJANG - Meskipun mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi hingga diatas 8 persen, namun inflasi di Kabupaten Kepulauan Meranti juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. 

"Berdasarkan data statistik tahun 2012 lalu, inflasi di Meranti mencapai angka di atas 15 persen.Kondisi tersebut tentunya mengkhawatirkan dan bisa berdampak negatif pada peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat," kata Bupati Kepulauan Meranti Drs Irwan MSi pada kegiatan Sosialisasi Pengendalian Inflasi Daerah, Kamis (9/1) lalu.

Dijelaskan Bupati, saat ini inflasi yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor seperti distribusi barang dimana sebagai daerah kepulauan, pendistribusian barang dan jasa masih cukup sulit sebab selain infrastruktur yang belum memadai.

"Kabupaten Meranti juga mengalami kesulitan dalam penyediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang menjadi hal yang paling penting dalam kelancaran transportasi barang maupun jasa," ungkapnya.

Menurut Irwan, saat ini masalah yang paling sering dialami yaitu BBM sebab alokasi BBM untuk wilayah Meranti dari DBH Migas belum memadai dan masih kecil sedangkan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini cukup pesat, bahkan di beberapa tempat BBM justru tidak bisa ditemukan.

"Sebagaimana diketahui bersama harga BBM di Meranti ini tidak pernah murah dari 8 ribu perliternya bahkan di beberapa pulau tidak ditemukan BBM sehingga menghambat. dalam transportasi dan distribusi sehingga untuk mengatasi permaslahan tersebut diperlukan kerjasama lintas sektoral,"ujar Bupati.

Ditambahkan Bupati, sebagai daerah berpulau, Meranti juga tidak memiliki sentra penghasilan seperti padi sehingga bahan pokok seperti itu harus didatangkan dari luar. Dengan kondisi transportasi yang terhambat maka bisa mengakibatkan nilai jual yang tinggi di masyarakat dan hal tersebut  bisa menjadi pemicu terjadinya inflasi.

"Sebagai daerah perbatasan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Kabupaten Meranti hendaknya bisa diberikan keringanan ataupun dispensasi untuk bisa mendatangkan bahan pokok dari luar negeri," ujar Bupati.

Dalam kegiatan sosialisasi yang merupakan langkah persiapan pembentukan tim pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tersebut, kedepannya meranti merupakan kabupaten/kota ketiga di provinsi Riau yang memiliki TPID. (roy)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Ekbis
Komentar