• Home
  • Ekbis
  • Join BI-SMK Pertanian, Panen Perdana Bawang Merah Memuaskan

Join BI-SMK Pertanian, Panen Perdana Bawang Merah Memuaskan

Rabu, 05 Maret 2014 14:25 WIB

PEKANBARU - Kebun bawang hasil kerjasama antara Bank Indonesia dengan SMK Pertanian Terpadu hari ini Rabu (5/3/14) melaksanakan panen perdana.

Hasilnya, cukup menggembirakan walaupun belum bisa dikatakan ideal. Pasalnya, ada beberapa kendala yang dialami dalam proses persemaian hingga perawatan.

"Beberapa kendala yang dialami adalah cuaca kering sejak akhir Januari hingga saat ini, kemudian waktu pemanenan 1 bulan lebih cepat dari biasanya. Usia bawang hanya 2 bulan. Dilakukan pemanenan agar tidak memburuk akibat cuaca yang relatif kering," terang Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Terpadu, Agus Rosadi.

Secara tehnis, tanaman bawang itu idealnya mampu memproduksi 7 kali lipat dibandingkan bibit tanam. Untuk kebun bawang BI-SMK Pertanian Terpadu, bibit yang ditanam sebanyak 600 Kg. Panen perdana menghasilkan bawang sebanyak 3 ton. 5-6 kali lipat dari berat bibit yang ditanam.

"Hasil bawang yang diproduksi, sebagian dijual, sebagian disortir untuk menjadi benih dalam penanaman tahap berikutnya," terang Agus.

Kepala Bidang Kajian Moneter Bank Indonesia Perwakilan Riau, Abdul Madjid Ikhram menayatakan kegembiraannya. Karena bawang hasil kerjasama BI-SMK Pertanian Terpadu hasilnya tidak mengecewakan.

Ia berharap, kerjasama ini bukan hanya menghasilkan produksi bawang yang bagus saja, tetapi juga membuat minat siswa terhadap dunia pertanian semakin meningkat.

"Kenapa dipilih bawang untuk kerjasama, karena bawang merupakan tanaman holtikultura yang selama ini diimpor dari luar provinsi bahkan dari luar negeri. Jadi harganya berfluktuatif. Kalau bawang bisa di produksi sendiri, harga kita bisa mengaturnya," terang Madjid.

SMK Pertanian Berpotensi Kembangkan Lahan 

Terkait potensi yang bisa digali di SMK Pertanian Terpadu, Kepala Sekolah menengah kejuruan Negeri Pertanian Terpadu, Agus Rosadi menyatakan bahwa SMK Pertanian Terpadu ini memiliki 843 siswa yang bisa menjadi pelaksana tehnis.

Selain itu, ada 23 hektar luas lahan milik SMK Pertanian Terpadu. 15 hektar diantaranya belum termanfaatkan.***(H-we) 
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Ekbis
Komentar