• Home
  • Ekbis
  • Kadis Perdagangan Dumai Tak Bantah Pernyataan Pengelola Pasar Gedang

Soal Pemberian Sejumlah Uang

Kadis Perdagangan Dumai Tak Bantah Pernyataan Pengelola Pasar Gedang

Hadi Pramono Sabtu, 20 Januari 2018 10:36 WIB
Pengelola Pasar Panglimo Gedang, Awaluddin alias Haji Gedang menunjukkan uang pecahan ringgit Malaysia diduga merupakan uang suap dari Kepala Dinas Perdagangan Kota Dumai Zulkarnain.
DUMAI - Kepala Dinas Perdagangan Kota Dumai Zulkarnain tidak menampik atau membantah pernyataan Pengelola Pasar Panglimo Gedang Awaluddin terkait adanya pemberian sejumlah uang.

Pemberian uang itu diserahkan langsung kepada Awaluddin untuk membantu proses pemindahan pedagang Pasar Panglimo Gedang ke Pasar Kelakap Tujuh yang sudah disiapkan Pemerintah Kota Dumai.

"Benar saya memberikan sejumlah uang untuk membantu proses pemindahan pedagang. Tapi tidak benar kalau uang itu dinilai sebagai uang sogok atau uang suap dari saya," kata Zulkarnain, kemarin.

Tak hanya itu, Zulkarnain tergagap beberapa kali ketika menjawab sejumlah pertannyaan terkait dugaan suap kepada Haji Gedang. Ia pun perlahan mengaku sudah memberikan sejumlah uang kepada Haji Gedang. 

"Ya ini istilah untuk membantu proses pemindahan pedagang ke Pasar Kelakap Tujuh. Biar semuanya mau pindah, jadi tidak ada yang namanya menyuap," ujar Zulkarnain, dikutip dari Tribun Pekanbaru, Jumat petang.

Ia menyebut uang diberikan setelah adanya proposal dari Haji Gedang. Penyerahan proposal bantuan ini atas gagasan senator Riau dj DPD RI, Instiawati Ayus. Proposal ini awalnya untuk mendukung pengelolaan parkir, keamanan dan kebersihan Pasar Kelakap Tujuh.

Zulkarnaen menyebut propsal bantuan ini mendapat restu dari pemerintah kota. Haji Gedang mendapat restu untuk mengelola Pasar Kelakap Tujuh. Ia menyebut uang ratusa juta rupiah adalah pembayaran bagi Haji Gedang.

Ia menyebut uang ini untuk membantu proses pemindahan para pedagang. "Ya istilahnya reward dari pemerintah karena sudah membantu proses pemindahan pedagang. Uang ini untuk bantu pemindahan pedagang juga," terangnya.

Zulkarain mengaku sudah memberikan uang ratusan juta rupiah tersebut kepada Haji Gedang. Ia tidak mengetahui asal uang tersebut. "Kalau sumber uangnya saya tidak tahu, uang ini juga membantu berobat bagi Haji Gedang," paparnya.

Pihak PT.Pertamina Patra Niaga bungkam terkait proses pemagaran. Sejumlah personel satpam menghalangi wartawan yang hendak konfirmasi ke pihak manajemen Patra Niaga di Kota Dumai. 

Mereka tak memberi izin setelah wartawan mewawancai Zulkarnaen di teras Kantor Patra Niaga, Jalan MH Thamrin. Awaluddin atau Haji Gedang menuturkan secara gamblang terkait suap kepada dirinya. 

Ia mengaku menerima uang suap atau sogokan sebesar Rp 300 juta. Ia memperlihatkan uang kertas bernilai 2500 Ringgit Malaysia ketika petugas hendak memagar akses Pasar Panglimo Gedang.

(zik/zik)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Gusur PedagangPedagangPemko DumaiRelokasi PedagangSuap
Komentar