• Home
  • Hukrim
  • Mengalir "Uang Panas" Dibalik Pemindahan Pedagang Pasar Gedang Dumai

Mengalir "Uang Panas" Dibalik Pemindahan Pedagang Pasar Gedang Dumai

Hadi Pramono Sabtu, 20 Januari 2018 10:34 WIB
Pengelola Pasar Panglimo Gedang, Awaluddin alias Haji Gedang menunjukkan uang pecahan ringgit Malaysia diduga merupakan uang suap dari Kepala Dinas Perdagangan Kota Dumai Zulkarnain.
DUMAI - Pemindahan pedagang pasar Panglimo Gedang, Jalan MH Thamrin, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat oleh Pemerintah Kota Dumai masuk babak baru lagi.

Kalau sebelumnya, para pedagang menilai Pemerintah Kota Dumai dan Walikota Dumai Zulkifli AS mendzolimi mereka. Tapi kini, giliran Pengelola Pasar Panglimo Gedang, mengaku menerima uang sogok.

Awaluddin atau Haji Gedang yang selama ini diketahui sebagai pemilik atau pengelola Pasar Panglimo Gedang menerima uang panas berupa pecahan uang ringgit Malaysia. Totalnya mencapai Rp100 juta rupiah.

"Kepala Dinas Perdagangan Kota Dumai, Zulkarnaen sudah menyuap saya. Kalian aparat sudah diperalat oleh Zulkarnaen. Kalian semua sudah diperalat," kata Awaluddin dihadapan para awak media dan aparat gabungan, Jumat (19/1/18) sore.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Dumai, Zulkarnaen terdiam ketika disebut telah menyogok Awaluddin dengan dalih untuk membantu proses pemindahaan pedagang yang berada di Pasar Panglimo Gedang.

Sejumlah awak media mencoba meperjelas tudingan uang sogok yang dimaksud Awaluddin tersebut terhadap dirinya. Namun, ia terdiam ketika hendak menanggapi dugaan suap itu. Perlahan pasti, Zulkarnaen mengakuinya. 

"Benar kita memberikan sejumlah uang kepada Haji Gedang. Uang itu untuk membantu pemindahan pedagang ke Pasar Kelakap Tujuh yang sudah disiapkan Pemerintah Kota Dumai," jawab Zulkarnaen, Kadis Perdagangan Dumai.

Sementara Walikota Dumai, Zulkifli AS ketika dikonfirmasi wartawan melalui telpon selulernya, Sabtu (20/1/18) tidak memberikan jawaban seputar uang suap yang dilakukan Kadis Perdagangan Kota Dumai ke Pengelola Pasar Panglimo Gedang.

Sementara Kabag Humas Riski Kurniawan, mengaku belum mendapat informasi pasti terkait kabar adanya uang sogok yang melibatkan Kadis Perdagangan Zulkarnaen kepada pengelola Pasar Panglimo Gedang mencapai ratusan juta itu.

"Ada atau tidaknya uang itu. Terjadi apa tidaknya aksi penyuapan itu, saya belum menerima kabar langsung dari Kadis Perdagangan Dumai. Kami masih mencari informasi kebenarannya," jawab Riski kepada wartawan.

Ironinya dalam pernyataan terbuka itu, aparat kepolisian atau aparat hukum yang mengetahui adanya aksi suap dibalik pemindahan pedagang di Pasar Panglimo Gedang tidak merespon untuk dilakukan penangkapan.

Hendra Gunawan, warga Dumai mengakut seharusnya aparat hukum sudah bisa melakukan penangkapan terhadap dua orang itu untuk dimintai penjelasan seputar dugaan suap yang nominalnya mencapai ratusan juta rupiah tersebut.

"Sudah jelas penerima sogok adalah Awaluddin atau Haji Gedang dan pemberi suapnya Zulkarnaen selaku Kepala Dinas Perdagangan dan uang itu dengan dali sebagai pembantu pemindahan pedagang," tegas Hendra Gunawan. 

Sementara Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan ketika dikonfirmasi wartawan, belum bisa menjabat perihal dugaan suap yang dilakukan Kadis Perdagangan Dumai kepada Pengelola Pasar Panglimo Gedang Awaluddin tersebut.

"Itu baru pernyataan dan masih butuh pembuktian. Kalau memang Haji Gedang merasa disuap kenapa tidak melapor. Jadi intinya itu baru pernyataan dan butuh proses penyelidikan oleh Sat Reskrim Polres Dumai," katanya, Sabtu (20/1/18).

Dijelaskan Restika, untuk membuktikan itu suap apa tidaknya perlu pendalaman. "Apakah uang untuk suap itu bersumber dari negara, kita juga belum tahu. Kita harus tepat menetapkan pasal untuk disangkakan dan kita tidak sembarangan," jelasnya.

Menurut mantan Kapolres Siak ini, sampai sejauh ini belum ada laporan masuk seputar gaduh dugaan uang suap yang sedang ramai diberitakan media. Namun demikian, pihaknya sudah mengintruksikan Sat Reskrim untuk melakukan penyelidikan.

(zik/zik)
Tags Gusur PedagangKorupsiPedagangPemko DumaiPolres DumaiSuap
Komentar