Kenaikan Harga BBM Picu Inflasi November 1,5 Persen
Senin, 01 Desember 2014 11:52 WIB
JAKARTA : Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan hasil pantauan di 82 kota pada November 2014 terjadi inflasi sebesar 1,5 persen. Sementara sepanjang Januari-November 2014 tercatat inflasi sebesar 5,75 persen dan secara year on year tercatat 6,23 persen.
Seperti diduga sebelumnya, meningkatnya inflasi disebabkan oleh kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp 2 ribu per liter pada 18 November lalu.
"Angka ini menunjukkan timing menaikkan harga BBM itu penting. Memang pada November belum kena dampak seluruh hari, 18 hari pertama masih harga BBM sebelumnya. Namun terbukti pada November yang biasanya rendah, bahkan terjadi deflasi, malah inflasi tinggi," ujar Suryamin, Kepala Badan Pusat Statistik, Senin (1/12).
BPS mencatat inflasi tertinggi terjadi di Padang 3,44 persen, dan terendah di Manokwari 0,07 persen. Bahan makanan mengalami kenaikan paling tinggi, dengan menyumbang 0,45 persen dan naik 2,15 persen. Namun sumbangan tertinggi inflasi berasal dari sektor transportasi, komunikasi dan jasa keuangan yang naik 4,29 persen.
"Biaya transaksi melalui anjungan tunai mandiri (ATM) yang diumumkan Otoritas Jasa Keuangan juga berdampak untuk sektor tersebut, selain itu tentu saja biaya produksi dan distribusi," katanya.
(gen/cnn)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
Pemkab Siak Targetkan PAD Retribusi Menara Rp700 Juta
-
Ekbis
Awasi BUMD, Pemprov Riau Usulkan Perda Tata Kelola
-
Ekbis
Sepekan Transaksi Jual Beli Perhiasan Melemah di Dumai
-
Ekbis
Pemkab Bengkalis Sambut Baik Program Prisma Chevron
-
Ekbis
AHM Ajak Konsumen Saksikan MotoGP 2015
-
Ekbis
Dana Pembangunan Siak Dipotong Hingga Rp300 Miliar Lebih

