- Home
- Pendidikan
- Bupati Rohil Pimpin Peringatan HUT Kopri dan Hari Guru 2014
Bupati Rohil Pimpin Peringatan HUT Kopri dan Hari Guru 2014
Senin, 01 Desember 2014 11:46 WIB
ROKAN HILIR : Pemkab Rokan Hilir menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Korpri ke-43, Hari Guru Nasional 2014, dan HUT PGRI ke-69. Peringatan, dengan upacara bendera, pembina upacara Bupati Suyatno.
Upacara dilakukan, Senin (1/12/14), Bupati Suyatno dalam arahannya membacakan Pidato Presiden RI Joko Widodo (HUT Korpri ke-43), yang menyebutkan, sejak didirikan pada tanggal 29 November 1971, KORPRI telah menunjukkan peran dan tanggung jawabnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, bangsa, dan Negara sebagai organisasi yang mewadahi para Pegawai Negeri Sipil.
KORPRI telah melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dan melayani keperluan masyarakat dalam berbagai bidang.
Dengan telah terbitnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Organisasi KORPRI akan bertransformasi menjadi Korps Pegawai Aparatur Sipil Negara Republik Indonesia (Korps ASN RI) dengan tujuan menjaga kode etik profesi dan standar pelayan profesi Aparatur Sipil Negara serta mewujudkan Jiwa Korps Aparatur Sipil Negara sebagai pemersatu bangsa.
Dipesankan juga, kepada jajaran KORPRI untuk memahami dan melaksanakan penataan birokrasi yang menjadikan birokrasi yang bersih, kompeten, dan mampu melayani masyarakat dengan lebih cepat lagi.
Percepat perubahan budaya kerja untuk seluruh anggota KORPRI menuju pola pikir dan budaya kerja aparatur negara yang lebih gigih, cerdas, inovatif, dan tanggap terhadap dinamika perubahan lingkungan strategis.
"Berikan pelayanan birokrasi yang makin cepat, makin akurat, makin murah, dan makin baik. Tinggalkan netralitas priyayi atau penguasa. Jadilah birokrat yang melayani dan mengabdi dengan sepenuh hati untuk kejayaan bangsa dan kesejahteraan rakyat," sebutnya.
Jaga kode etik profesi. Pedomani sumpah jabatan. Pegang teguh komitmen Panca Prasetya KORPRI. Buktikan kepada masyarakat bahwa integritas dan kinerja aparatur negara semakin berkualitas dapat dibanggakan.
Perkuat koordinasi, integrasi dan sinergi dalam rangka mempercepat pencapaian target pembangunan. Tinggalkan ego sektoral dan kedaerahan.
Sementara itu, terkait pengarahan Hari Guru Nasional tahun 2014 dan HUT PGRI ke-69, ditetapkan, tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional, Suyatno menyebut salah satu bentuk apresiasi dan penghargaan pemerintah, kepada guru yang telah memilih jalan terhormat untuk mengabdi dan mengemban tugas mulia, sebagai seorang pendidik dan pengajar, yang hadir bersama anak-anak, generasi bangsa yang memiliki masa depan di Indonesia.
"Menjadi seorang guru, bukanlah pengorbanan, akan tetapi pilihan untuk menjadi guru adalah sebuah kehormatan," katanya.
Suyatno menyadari bahwa, masih banyak, guru yang mengharapkan perhatian pemerintah, namun, dia sangat yakin dan percaya, bahwa, berbagai keterbatasan perhatian pemerintah, tidaklah mengurangi semangat, niat tulus guru dalam memberikan pengabdiannya sebagai seorang pendidik.
Bupati juga mengajak guru menjadikan peringatan hari guru tahun ini, sebagai momentum merenung sejenak, mereview kebelakang terhadap realita yang sulit dipungkiri, yang mana secara kuantitatif, rendahnya persentasi anak-anak lulusan sekolah, yang mampu bersaing dalam berbagai kompetisi, dan dapat diterima pada lapangan pekerjaan, maupun untuk melanjutkan pendidikan, pada berbagai perguruan tinggi nasional.
Meskipun banyak persoalan yang dapat menyebabkan hal itu, namun realita tersebut, tidaklah bisa terlepas, bagaimana dan sejauh apa peran guru, dalam memberikan bekal ilmu pengetahuan terhadap peserta didik.
"Untuk itu, pada kesempatan ini saya mengharapkan, kepada ibu dan bapak guru semua, agar dapat mencermati serta mencarikan solusi terbaik persoalan-persoalan yang tidak dapat kita banggakan. Karna bagaimanapun, keberadaan generasi bangsa, milik bangsa Indonesia, sangatlah ditentukan oleh, bagaimana peran ibu dan bapak para guru saat ini," tutupnya.
(Jarmain)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
Kemenag Buka Bantuan Pesantren Sampai 4 Oktober 2021, Ini Syaratnya
-
Pendidikan
Surat Domisili Tidak Berlaku untuk Sistem Zonasi PPDB di Pekanbaru
-
Pendidikan
Legislator Riau Canangkan Program Pendidikan Gratis SMA se-derajat
-
Pendidikan
10 Cara Siasati Biaya Sekolah yang Makin Mahal
-
Hukrim
Perempuan Pengecer Bensin Tewas Terbakar di Rohil
-
Hukrim
Korupsi Dana Desa, Jaksa Resmi Tahan Mantan Kepala Desa di Rohil

