Kinerja Bisnis Bank Riau Kepri Naik 16 Persen pada Triwulan Kedua 2021
Budi Harsono Senin, 04 Oktober 2021 22:05 WIB
RIAUHEADLINE.COM - Kinerja bisnis Bank Riau Kepri (BRK) hingga triwulan kedua tahun 2021 atau per 30 Juni 2021 kian moncer. Di bidang funding atau pendanaan misalnya.
Berada di bawah tanggung jawab direktur dana dan jasa, berdasarkan laporan keuangan yang di publikasikan pada website BRK untuk kinerja per 30 Juni 2021 di bandingkan dengan kinerja per 30 Juni 2020, untuk giro mengalami kenaikan hingga 73 persen menjadi Rp5,9 triliun.
Kemudian untuk tabungan turun 1 persen menjadi Rp6,2 triliun. Sedangkan untuk deposito BRK mengalami kenaikan hingga 9 persen menjadi Rp13,4 triliun.
Secara keseluruhan total dana pihak ketiga tersebut per 30 Juni 2021 dibandingkan tahun sebelumnya, mengalami kenaikan 16 persen atau menjadi Rp25, 74 triliun.
Bertumbuh funding BRK yang naik hingga 16 persen ini mendapat apresiasi dari wakil rakyat di DPRD Riau. Salah satunya adalah Wakil Ketua Komisi III DPRD Riau, Karmila Sari.
Politisi partai Golkar ini mengungkapkan, apa yang sudah didapatkan oleh BRK ini merupakan bukti kerja keras dan kerjasama di dalam BRK sehingga bisa mendapatkan hasil yang menggembirakan.
"Kita apresiasi apa yang sudah didapatkan oleh BRK, memang kita akui saat ini ada peningkatan kinejrjan dari BRK," kata Karmila, Ahad (3/10/21).
Pihaknya berharap kepada BRK agar terus melakukan terobosan agar pencapaian yang didapatkan oleh BRK terus bisa ditingkatkan. Sehingga BRK bisa semakin maju dan berkembang.
"Kami berharap BRK lebih aktif lagi dalam memanfaatkan dananya. Terutama disektor-sektor yang saat ini sedang mengeliat dan membutuhkan suntikan dana, baik di sektor kesehatan maupun perkebunan, termasuk untuk membantu para pelaku UMKM," ujarnya.
Sebagai bank pembangunan daerah, tidak cukup hanya bagus di bagian fundingnya saja, sedang di bagian kredit, atau pemanfaatan dananya tidak maksimal.
"Untuk pemanfaatan dana kami melihat BRK belum maksimal, kalau di bagian funding itu sudah oke, tinggal dibagian pemanfaatan dananya yang belum maksimal, ini harus harus dimaksimalkan lagi, supaya berimbang, agar keberadaan BRK ini bisa dirasakan oleh masyarakat," katanya.
Sementara pengamat Ekonomi Universitas Riau, Prof Isyandi, Ahad (3/10/21) mengungkapkan, capaian yang didapatkan oleh BRK ini tidak terlepas dari perubahan-perubahan yang di lakukan oleh BRK.
Dari bank yang hanya melayani transaksi di pemerintah daerah berubah menjadi bank umum yang melayani semua nasabah tanpa ada batasan.
"BRK ini kan asal muasal adalah dari bank pembangunan daerah, yang tugasnya melayani transaksi dan pemerintah daerah di Riau dan Kepri, namun dalam perjalanannya, BRK harus merubah diri menjadi bank devisa, saat ini BRK juga sedang bersiap menghadapi tantangan dan harapan dari masyarakat dalam pelayanan perbankan menuju bank syariah," katanya.
Isyandi memberikan sejumlah saran dan masukan kepada BRK yang tengah bersiap menuju syariah. Isyandi menyarankan kepada BRK agar perubahan dari BRK konvensional menjadi syariah ini harus diikuti dengan perkembangan teknologi perbankan.
"Syariah itu kan dalam bentuk layanan perbankan, selain itu juga dibutuhkan mutu layanan, jadi tidak hanya bentuk layanan dari konvensional ke syariah, tapi juga harus dibarengi dengan peningkatan mutu layanan yang disesuaikan dengan teknologi perbankan yang berbasis digital," saranya.
Selain harus mengikuti teknologi perbankan, hal lain yang disarankan oleh Isyandi adalah, BRK harus dipersiapkan oleh BRK ada sumber daya manusianya yang mumpuni dan meningkatkan pangsa pasar.
"Yang tidak kalah penting lagi adalah, bagaimana BRK ini bisa meningkatkan pangsa pasar. Jadi tidak hanya melayani, PNS, UMKM, tapi ada sektor-sektor menengah keatas yang juga harus dilayani. Seperti sektor perusahaan perkebunan, pabrik kertas, migas, pelabuhan, bandara, jalan tol, termasuk perguruan tinggi," katanya.
Seperti diketahui, kinerja kinclong untuk Dana dan Jasa tidak banyak tahu bahwa diperoleh dengan kerja yang sangat giat dan selalu semangat, dan banyak program yang diluncukan antara lain, QRIS, Program Hadiah Tabungan Langsung Bedelau Bank Riau Kepri, menerima SMS BPUM Provinsi Riau, aplikasi e-money untuk retribusi parkir kota Dumai, bayar Pajak Daerah (PBB dan PDL) Riau Kepri.
Kemudian program Jingle KEJAR, Kartu ATM Magnetic Stripe, mari berwakaf bersama Bank Riau Kepri Syariah Smart Card untuk Nasabah Pensiunan Taspen yang sudah melakukan enrollment BRK Mobile, satu aplikasi untuk semua transaksi CMS Bank Riau Kepri.
Selain itu juga ada program, tips Menabung Saat #dirumahaja, Bayar PBB Riau dan Kepri kini bisa kapan dan Dimana saja, nikmati kemudahan Pembayaran PBB saat #dirumahaja dan Sharia Digital Center Bank Riau Kepri sebagai Wadah Teknologi Perbankan Syariah Pertama di Indonesia untuk generasi muda di Riau yang kreatif dan memiliki talentki dan passion dalam usaha rintisan berbasis digital syariah.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Editor : Budi HarsonoSumber : Rilis Media
Tags Bank Riau KepriBank Riau Kepri SyariahBerita Riau Terkini
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
Produksi Padi Riau Naik 12,7 Persen, Targetkan Ketahanan Pangan Hingga 2029
-
Lingkungan
Riau Dorong Swasembada Pangan Nasional, Petani Milenial Jadi Kunci Modernisasi Pertanian
-
Sosial
PWI Riau Bekukan 9 Kepengurusan PWI Kabupaten Kota
-
Sosial
Bupati Kasmarni Ikut Rapat Bersama Plt. Gubri Bahas Sejumlah Isu Pembangunan
-
Hukrim
F1QR Lanal Dumai Gagalkan Penyelundupan Sabu 5,404 KG dari Malaysia
-
Sosial
Bupati Bengkalis Lantik dan Ambil Sumpah 92 Penjabat Kepala Desa

