Kontrak CPI Habis, Pemerintah Belum Putuskan Blok Siak
Rabu, 27 November 2013 13:06 WIB
JAKARTA - Hari ini, Rabu (27/11/13) sampai pukul 00.00 WIB malam nanti kontrak kerja antara pemerintah dengan PT Chevron Pasifik Indonesia (CPI) terhadap pengelolaan Blok Siak di Riau akan berakhir secara resmi.
Namun, hingga saat ini pemerintah belum juga mengeluarkan keputusan tentang masa depan blok kaya minyak tersebut dan hanya terus melakukan membahas.
Saat dikonfirmasi Direktur Hulu Ditjen Migas, Kementerian ESDM Hendra Fadly mengatakan, pemerintah terus melakukan pembahasan untuk memutuskan siapa yang berhak mengelola Blok Siak yang selama ini kurang lebih 30 tahun dikelola oleh PT Chevron Pasifik Indonesia.
"Sampai saat ini kita terus melakukan pembahasan, jadi belum ada keputusan," kata Hendra fadly kepada riauterkinicom, Rabu (27/11/13) di Jakarta.
Saat ditanya, hari ini merupakan hari terakhir kontrak kerja pemerintah dengan PT CPI. Malah dia berdalil hari ini, bukan berarti sekarang, tapi waktunya sampai pukul 00.00 WIB nanti malam. "Hari inikan bukan berarti sekarang, masih ada sampai pukul 00.00 WIB kan masih bisa," ujarnya.
Terkait adanya penutupan operasional PT CPI oleh SKK Migas karena sudah tidak mempunyai dasar hukum lagi untuk melakukan pengelolaan terhadap Blok Siak. Dia minta agar operasional PT CPI jangan dihentikan, dengan berjanji akan mencari dan dasar hukumnya.
"Kita minta ke SKK Migas janganlah sampai ditutup operasionlanya, dan saat ini kita lagi membahas untuk mencari keputusan dan waktunya nantikan sampai pukul 00.00 WIB kontraknya akan berakhir," jelanya.
Saat ditanya kembali, apakah nanti sampai pukul 00.00 WIB Kementerian ESDM akan mengeluarkan keputusan. "Kita lihat nanti saja, mudah-mudahan ada keputusannya," sebutnya.***(jor)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

