Legislator Minta Disperindag Rohul Cek Harga Karet ke Pabrik
Minggu, 09 November 2014 13:04 WIB
ROKAN HULU : Anjloknya harga komoditi getah karet sekitar satu tahun terakhir menyebabkan ekonomi petani di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) "morat marit". Hal itu diperparah dengan naiknya harga kebutuhan pokok dan semakin mahalnya biaya pendidikan.
Ketua DPRD Rohul Nasrul Hadi mendukung langkah Bupati Rohul Achmad yang berencana akan membeli getah karet petani jika harga masih di bawah Rp15 ribu hingga tahun 2015 akan datang.
Politisi Partai Demokrat itu menduga anjloknya harga karet karena "ulah" tengkulak. Dia meminta Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Rohul untuk mengecek harga karet di pabrik-pabrik karet di Provinsi Sumatera Utara dan daerah lain.
"Diskoperindag harus mengecek harga karet ke pabrik. Berapa sebenarnya harga karet di pabrik saat ini," minta Nasrul, Ahad (9/11/14).
Saat ini, harga komoditi getah karet semakin anjlok. Seperti di Kecamatan Pendalian IV Koto, dari sebelumnya Rp9.400 per kilogram (kg), turun menjadi Rp9.000 per kg. Sementara, di Kecamatan Rambah dan kecamatan sekitarnya harga karet bahkan hanya diharga antara Rp8.000 hingga Rp6.000 per kg.
Perusda Diminta Cari Investor
Sementara itu, Ketua Fraksi Demokrat Kelmi Amri meminta Perusahaan Daerah (Perusda) Rokan Hulu Jaya untuk mencari investor yang bersedia membangun pabrik karet di Kabupaten Rohul.
"Pabrik karet sudah seharusnya dibangun, sehingga harga karet tetap kompetitif," kata Kelmi, Ahad.
Adanya wacana Pemkab Rohul yang akan membeli karet petani jika harga terus anjlok, dia juga mendukungnya. Menurut dia, anjloknya harga getah karet karena adanya perilaku-perilaku tidak wajar dilakukan oleh para tengkulak.
Kelmi mengungkapkan, harga karet anjlok sekitar enam hingga tujuh bulan terakhir. Pada tahun lalu, penurunan harga tidak begitu parah, dan petani masih menjadikan karet sebagai andalan ekonomi.
"Namun dengan harga yang sekarang telah menyebabkan banyak petani karet risau," jelas dia.
"Memang sawit sebagai pendamping, namun harga sawit juga tidak fluktuatif, kadang naik dan turun," tambah Kelmi dan mengatakan sudah seharusnya dibangun pabrik karet di Kabupaten Rohul, sehingga biaya transportasi bisa ditekan.
(zal/zal)
Ketua DPRD Rohul Nasrul Hadi mendukung langkah Bupati Rohul Achmad yang berencana akan membeli getah karet petani jika harga masih di bawah Rp15 ribu hingga tahun 2015 akan datang.
Politisi Partai Demokrat itu menduga anjloknya harga karet karena "ulah" tengkulak. Dia meminta Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Rohul untuk mengecek harga karet di pabrik-pabrik karet di Provinsi Sumatera Utara dan daerah lain.
"Diskoperindag harus mengecek harga karet ke pabrik. Berapa sebenarnya harga karet di pabrik saat ini," minta Nasrul, Ahad (9/11/14).
Saat ini, harga komoditi getah karet semakin anjlok. Seperti di Kecamatan Pendalian IV Koto, dari sebelumnya Rp9.400 per kilogram (kg), turun menjadi Rp9.000 per kg. Sementara, di Kecamatan Rambah dan kecamatan sekitarnya harga karet bahkan hanya diharga antara Rp8.000 hingga Rp6.000 per kg.
Perusda Diminta Cari Investor
Sementara itu, Ketua Fraksi Demokrat Kelmi Amri meminta Perusahaan Daerah (Perusda) Rokan Hulu Jaya untuk mencari investor yang bersedia membangun pabrik karet di Kabupaten Rohul.
"Pabrik karet sudah seharusnya dibangun, sehingga harga karet tetap kompetitif," kata Kelmi, Ahad.
Adanya wacana Pemkab Rohul yang akan membeli karet petani jika harga terus anjlok, dia juga mendukungnya. Menurut dia, anjloknya harga getah karet karena adanya perilaku-perilaku tidak wajar dilakukan oleh para tengkulak.
Kelmi mengungkapkan, harga karet anjlok sekitar enam hingga tujuh bulan terakhir. Pada tahun lalu, penurunan harga tidak begitu parah, dan petani masih menjadikan karet sebagai andalan ekonomi.
"Namun dengan harga yang sekarang telah menyebabkan banyak petani karet risau," jelas dia.
"Memang sawit sebagai pendamping, namun harga sawit juga tidak fluktuatif, kadang naik dan turun," tambah Kelmi dan mengatakan sudah seharusnya dibangun pabrik karet di Kabupaten Rohul, sehingga biaya transportasi bisa ditekan.
(zal/zal)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
Pemkab Siak Targetkan PAD Retribusi Menara Rp700 Juta
-
Ekbis
Awasi BUMD, Pemprov Riau Usulkan Perda Tata Kelola
-
Ekbis
Sepekan Transaksi Jual Beli Perhiasan Melemah di Dumai
-
Ekbis
Pemkab Bengkalis Sambut Baik Program Prisma Chevron
-
Ekbis
AHM Ajak Konsumen Saksikan MotoGP 2015
-
Ekbis
Dana Pembangunan Siak Dipotong Hingga Rp300 Miliar Lebih

