Jelang Kenaikan Tarif Harga
Pemkab Bengkalis Optimalkan Tim Pemantau BBM
Senin, 27 Oktober 2014 18:23 WIB
BENGKALIS - Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), akan mengoptimalkan tim pemantau bahan bakar minyak (BBM) di lapangan untuk mengantisipasi pemerintah positif menaikkan tarif harga.
Kadisperindag Bengkalis melalui Kabid Perdagangan Dalam Negeri Raja Arlingga, mengatakan bahwa pendistribusian BBM sejauh ini di wilayah Bengkalis berjalan normal dan tidak terjadi aksi penimbunan yang dilakukan masyarakat pedagang.
"Kami sudah ada tim pemantau, tinggal dioptimalkan saja kalau memang Pemerintah positif menaikkan BBM. Kita di daerah kan mau tidak mau ya harus ikut keputusan Pemerintah, yang penting jangan sampai terjadi kelangkaan akibat oleh oknum tertentu," katanya, Senin (27/10/14).
Arlingga yang saat dihubungi sedang dalam perjalanan menuju Pekanbaru untuk urusan dinas mengatakan, sampai saat ini pendistribusian BBM, khususnya premium dalam kondisi normal. Dirinya berharap, kondisi seperti ini tetap terjaga walaupun nanti Pemerintah positif menaikkan BBM.
Terpisah, salah seorang pengusaha Agen Premium Minyak Solar (APMS), Hendri Sukamto Halim saat dihubungi mengatakan, sampai saat ini penjualan premium di APMS masih stabil tidak terjadi adanya lonjakan.
“Memang ada informasi BBM akan naik, tapi sejauh ini belum berpengaruh terharap penjualan BBM,” kata Hendri. Terkait dengan kemungkinan naiknya BBM, Hendri mengatakan, bagi APMS tidak ada masalah karena harga BBM di APMS sama dengan harga BBM di SPBU.
"Kita kan sama dengan SPBU, bedanya kalau SPBU stok BBM dijamin oleh Pertamina. Begitu kosong langsung diisi lagi, sementara kita kan tidak, dibatasi oleh kuota berapa KL (kilo liter) per bulan. Kita harus pandai-pandai agar kuota yang kita miliki ini cukup per bulannya agar tidak terjadi kelangkaan BBM,” ujar Hendri.
Berbeda halnya dengan premium, untuk solar, sambung Hendri, akibat pengurangan 20 persen, kuota yang ada saat ini tidak cukup dalam sebulan. “Akibatnya ya untuk solar, belum sebulan kita sudah tak jual lagi, terpaksa nunggu bulan berikutnya,” kata Hendri.
Menyinggung tentang dibatalkannya pengurangan 20 persen, Hendri mengatakan sepertinya tidak berlaku untuk APMS.
“Kita tak tahu ya apa kebijakan itu hanya berlaku untuk SPBU saja. Yang pasti pengurangan tersebut di APMS Bengkalis tetap diberlakukan,” kata Hendri seraya menambahkan akibat pengurangan kuota solar sebesar 20 persen tersebut membuat para pengguna solar seperti nelayan saat ini sulit untuk mendapatkan solar.***(hrc-din)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kecelakaan Kapal Pekerja Migran di Pulau Rupat, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Pendidikan
Hari Pramuka ke-65, Logo dan Tema Resmi 2026
-
Politik
DPRD Riau Masuk Tahap Akhir Penanganan Parisman dan Indra Gunawan
-
Ekbis
BRK Syariah Didorong Jadi Mitra Perbankan Perusahaan di Riau
-
Pendidikan
Keracunan MBG di Dumai, 45 Siswa Dirawat
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?

