Pemkab Meranti Tetapkan UMK 2014 Rp1,7 Juta
Senin, 02 Desember 2013 17:46 WIB
SELATPANJANG - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, akhirnya menetapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) pada tahun 2014 sebesar Rp1,7 juta.
Keputusan tersebut tertuang dalam Peraturan Guberneur (Pergub) Riau yang diteken Pj Gubernur Riau, Djohermansyah Djohan.
"Pergub tentang UMK telah diteken oleh Pj Gubri, salinannya pun sudah dikirim ke kita," kata Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kepulauan Meranti, Syarifudin Y Kai, saat dikonfirmasi, Senin, (2/12) kemarin
Lebih lanjut dijelaskannya, angka tersebut merupakan usulan dari Pemkab Kepulauan Meranti kepada Pemerintah Provinsi Riau untuk disahkan melalui Pergub.
"Tidak ada perubahan, nilainya sama dengan keputusan yang telah disepakati bersama oleh Dewan Pengupahan," ungkapnya.
Dengan disahkannya UMK tersebut, Disosnakertrans akan segera mensosialisasikan kepada para pengusaha dan perusahaan atas nilai UMK tahun 2014 mendatang.
"Semua pengusaha wajib memberi gaji sesuai UMK, karena ini adalah angka minimal. Boleh lebih tapi tidak boleh kurang," tambahnya lagi.
UMK Meranti tahun 2014 sebesar Rp 1,736,685,47, tersebut mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 1,510,000.
Disosnakertrans Diminta Fokus Terapkan UMK
Ketua Komisi I DPRD Kepulauan Meranti, Dedi Putera, menyambut baik nilai UMK yang telah ditetapkan Pemprov Riau. Ia dan anggota komisi yang lain berharap Pemda melalui Disosnakertrans bisa fokus mensosialisasikan UMK dan juga penerapannya.
Ketika ini sudah menjadi aturan, maka semua pihak wajib mematuhinya. Disnaker fokus ke sini dulu, bukan hanya sosialisasi tapi juga harus diterapkan oleh pengusaha.
Kepada para pengusaha, Ketua komisi I Meranti itu berharap, bisa turut mematuhi Pergub tersebut. Hak-hak para pekerja harus dipatuhi oleh pengusaha maupun pihak perusahaan sehingga check dan balance nya bisa berjalan seimbang.
"Pengusaha sebagai pemodal jangan sampai memajukan usaha dengan menepikan hak-hak pekerja. Dan jangan sampai UMK ini dijadikan alat untuk menggertak para pekerja atau buruh maupun pemerintah," tegas politisi muda PPP itu. (Sawal)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Pendidikan
Tahun Baru Islam Jadi Momentum Pemko Dumai Perkuat Karakter Religius Pemuda
-
Lingkungan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kapolda Riau Pimpin Penanaman Mangrove di Dumai
-
Sosial
Hari Lahir Pancasila 2026 di Dumai Berlangsung Khidmat, Perkuat Persatuan Bangsa
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal

