• Home
  • Ekbis
  • Pertumbuhan Ekonomi Meranti Dikagumi Mahasiswa

Bupati Beri Kuliah Umum di STIE Ibnu Sina Batam,

Pertumbuhan Ekonomi Meranti Dikagumi Mahasiswa

Minggu, 06 Oktober 2013 19:50 WIB

BATAM, RIAUHEADLINE.COM- Mahasiswa STIE Ibnu Sina Kota Batam penuh antusias saat menyimak materi kuliah umum yang diberikan Bupati Kepulauan Meranti Drs Irwan M.Si, Jumat (4/10) malam kemarin. B

upati sendiri diundang khusus memberikan kuliah umum pada sekitar 300 mahasiswa baru STIE di Auditorium Kampus STIE Ibnu Sina di Kawasan Pelita, Batam.

Sebelum Bupati memberikan materi kuliah, Ketua Yayasan Ibnu Sina Haji Andi Ibrahim menyambut gembira kedatangan Bupati. Dia berterima kasih karena Bupati mau menjenguk kembali kampus tempatnya pernah mengajar dulu.

“Kedatangan Bapak Bupati Irwan di kampus ini bagaikan pulang kampong. Dulunya beliau pernah mengajar di sini dari tahun 2001 sampai 2002. Kita sangat senang karena dosen Ibnu Sina mampu menjadi kepada daerah,” kata H Andi Ibrahim yang juga mantan anggota DPRD Batam.

Sebenarnya, kata Andi, kuliah umum oleh Bupati tersebut banyak diminati mahasiswa. Namun karena keterbatasan ruang dan kursi, sehingga banyak mahasiswa tidak bisa masuk ruangan. Terlihat beberapa mahasiswa berdiri di teras dan ada yang tegak di tembok dalam ruangan. 

Sementara itu Bupati Irwan memberikan apresiasi atas sambutan hangat dari segenapp civitas akademika STIE Ibnu Sina. Dia pun sempat bernostalgia. menurutnya perkembangan Ibnu Sina sangat luar biasa karena ketika mengajar dulu kampus Ibnu Sina hanya terdiri dari dua gedung. Namun sekarang sudah memiliki banyak gedung sampai ada yang berlantai lima.

“Dulu mahasiswa pun belum banyak. Tapi sekarang sungguh luar biasa. Apa yang dilakukan Pak Andi Ibrahim pantas diteladani,” ungkap Bupati.

Man Behind The Gun

Dalam materi kuliah umumnya Bupati Irwan membawa makalah berjudul Pembangunan Partisipatif di Era Otonomi Daerah. Meski demikian dia banyak menjelaskan pengalaman empirisnya selama tiga tahun menjadi Bupati.

“Sistem otonomi daerah ini sudah lebih bagus disbanding sistem terpusat di masa orde baru. Meski ada kekurangan di sana-sini namun yang paling penting juga dalam mendukung bagus atau tidaknya sebuah system adalah the man behind the gun, orang di balik senjata yakni di balik sistem itu,” paparnya.

Dia pun banyak memaparkan tantangan yang dihadapi Kepulauan Meranti sebagai kabupaten baru. Tantangan paling besar tentu saja memaksimal pendanaan atau APBD untuk melaksanakan program pembangunan. 

Namun berkat kerja keras akhirnya Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berhasil meningkatkan APBD dari hanya 300 miliar rupiah saat baru dimekarkan menjadi 900 miliar rupiah pada tahun pertama Irwan menjabat. Bahkan pada tahun kedua bisa naik menjadi 1,2 triliun rupiah.

“Alhamdulillah tahun 2013 ini APBD Meranti bisa mencapai 1,4 triliun. Pertumbuhan ekonomi kita juga diatas rata-rata nasional, hampir 8 persen,”  ungkapnya.

Materi kuliah umum ini pun disambut hangat para mahasiswa. Terbukti dengan banyaknya mahasiswa mengambil kesempatan bertanya. Banyak diantara mereka kagum dengan kemampuan Pemkab Kepulauan Meranti meningkatkan APBD dan pertumbuhan ekonomi dalam waktu yang relatif singkat.

“Padahal Kepulauan Meranti bukan daerah yang strategis seperti Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Namun kita melihat Kepulauan Meranti sekarang menjadi salah satu tujuan investasi yang banyak dibicarakan orang,” ujar seorang mahasiswa.(red/humas)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Ekbis
Komentar