UPT BPT Kampar Hasilkan Susu Gratis untuk Murid SD 3 Kecamatan
Kamis, 05 Desember 2013 13:54 WIB
TAMBANG - Komplek UPT Balai Pembibitan Ternak (BPT) itu hanya berjalan sekitar 5 kilometer dari jalan lintas Pekanbaru Bangkinang. Persis di Desa Kuapan kecamatan Tambang. Sejak enam tahun lalu, komplek seluas 8,5 hektar ini sudah memberikan andil besar terhadap Kabupaten Kampar.
Pertama soal Pendapatan Asli Daerah. Meski hanya sekelas UPT, dari komplek ini Pemkab Kampar bisa menambah pundi-pundi sekitar Rp 110,5 juta per tahun. Padahal target yang diberikan hanya sekitar 65 juta. PAD tadi jauh lebih besar dari tahun lalu yang hanya sekitar Rp 75 juta. “Tahun depan kami membikin target PAD Rp 160 juta,” kata Kepala UPT Balai Pembibitan Peternakan Tambang, Marjanis saat mendampingi Bupati Kampar Jefry Noer, melongok komplek itu jelang sore Selasa (3/12/13). PAD tadi kata Marjanis berasal dari hasil penjualan sapi dan kambing.
Lantas, saban hari komplek ini juga menghasilkan susu segar 150 liter. Susu sebanyak itu berasal dari 25 ekor sapi jenis Fries Holsten (FH). “Susu-susu itu kemudian kita kemas di gelas plastik 200 mililiter dan kemudian kita bagikan gratis kepada siswa-siswa SD sederajat yang ada di tiga kecamatan, Tambang, Kampar dan Kampar Timur. Jumlah siswa yang kita kasi asupan hingga November mencapai 141 ribu lebih. Mereka kita gilir hingga kemudian kebagian jatah sekali seminggu,” terang Marjanis.
Tahun depan, komplek ini tak lagi hanya menghasilkan susu sapi. Tapi juga susu kambing Peranakan Etawa (PE). Sebab tahun depan, 40 ekor kambing PE akan menjadi penghuni baru di komplek ini. “Enam ekor jantan, sisanya betina,” Marjanis merinci. Andai rencana Bupati Kampar Jefry Noer jadi terlaksana untuk membikin komplek itu jadi percontohan, Marjanis yakin Balai Pembibitan Peternakan yang dia komandani itu akan muncul layaknya penghasil susu di Pangalengan Jawa Barat. “Kita tak lagi sekadar menghasilkan susu segar. Tapi juga turunannya, semacam yogurt, caramel, dodol susu, kerupuk susu dan yang lainnya,” katanya.
Dan urusan pakan, tentu akan semakin bertambah. Sebab untuk yang ada saat ini saja, Marjanis musti mendapatkan 4 ton Hijauan Makanan Ternak (HMT) per hari. Belum lagi ampas tahun 1,5 ton per hari dan 23 ton dedak pertahun. “Ampas tahu dan dedak itu kita jadikan makanan konsentrat untuk sapid an kambing itu,” katanya.
Hanya saja, hingga kini urusan transportasi masih menjadi kendala utama di komplek ini. Sebab mitsubhisi roda empat keluaran 2001 silam, tak lagi layak untuk dikendarai. Selain sudah sering ngadat, bak mobil ini sudah terlalu kecil untuk mengangkut HMT untuk komplek itu. “Andai saja bisa, kami minta satu unit coltdiesel roda enam saja, cukuplah. Biar pengangkutan pakan dan ternak bisa lancar,” Marjanis berharap.***(man)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

