Elpiji 3Kg Mulai Langka di Kabupaten Rokan Hilir
Selasa, 16 September 2014 19:07 WIB
BAGANSIAPIAPI - Masyarakat mengeluhkan tingginya harga tabung gas 3 kilogram yang mencapai Rp30 ribu per kilogramnya dan bahkan tabung gas tersebut sulit didapat, Selasa (16/9/14).
Iwan, warga parit Tangko Bagansiapiapi menyebutkan, sulitnya untuk mendapatkan gas elpiji 3kg sejak dari Agustus, namun hingga kini pemerintah setempat tidak ada solusi untuk mengatasi kelangkaan serta kenaikan harga Elpiji itu.
"Kelangkaan gas Elpiji semakin parah, sehingga masyrakat hingga keliling kota bagansiapiapi sampai ke pelosok desa mencari Gas tersebut. Namun itu pun tak ditemukan," jelasnya.
Ia mengaku, untuk mendapatkan tabung gas isi ulang dirinya terpaksa mencari hingga ke 3 kecamatan, yaitu labuhan tangga kecamatan bangko, sungai Sialang Batu Hampar dan Sungai Nyamuk, dan Sinaboi. Namun gas elpiji tidak kunjung didapat malahan biaya Transportasi yang habis.
Hal senada juga di ucapkan ibu Rumah Tangga (IRT) Kelurahan bagan barat, Krisna, yang menjelaskan bahwa masyarakat kelas ekonomi kebawah sangat membutuhkan gas tabung 3 kilo, untuk itu Krisna berharap kepada Pemerintah untuk segera mencari solusi dengan kelangkaan itu.
Untuk sementara waktu, dirinya memakai Kompor,namun harus mengeluarkan biaya yang besar dengan memakai minyak Tanah (Mitan), hal ini tentunya terjadi pemborosan di Rumah tangga.
"kalau pakai kayu,kami tak punyo dapo, tous kemano kayu nak kami caikan, salah ambik kayu ditangkok kehutanan pulo."ujar Krisna dalam logat bahasa daerah.
Pedahal pemerintah telah mewajibkan masyrakat untuk beralih menggunakan gas elpiji, yang sebelumnya masyrakat hanya memakai Kompor dengan menggunakan Mitan. Namaun setelah masyrakat menurti semua keinginan pemerintah itu, ternyata gas terjadi kelangkaan hingga harganya mencekik masyrakat.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Rohil, Herman Tambusai melalui kasi pembinaan dan Distribusi perindag Rohil,Nasrullah Anata mengatakan, pihak disprindag sudah beberapa hari belakangan ini telah memantau dan melakukan pengawasan elpiji 3 KG dibeberapa kecamatan di rohil, seperti kecamatan Bangko, tanah putih, batu hampar.
Dijelaskannya, bahwa memang ada beberapa pangkalan tidak tersedia elpiji 3 KG hal ini disebabkan permintaan terlalu tinggi, tetapi pasokan agen kepangkalan tidak bertambah.
"Masalah kelangkaan itu ada pada pendristribusian,kami sudah sudah cek di SPPBE tidak ada masalah,kemudian harga eceran Elpiji 3 KG memang ada penyesuaian berdasarkan keputusan Gubernur Riau (Gubri),namun untuk kabupaten sampai saat ini belum ditetapkan."ujarnya.
Lanjutnya, untuk mengatasi masalah itu, disperindag rohil akan menyurati agen LPG 3 KG untuk tidak menaikan harga eceran secara sepihak tanpa ada penetapan harga terlebih dahulu dari bupati rohil,kemudian untuk penyalur LPG 3 KG dihimbau untuk tidak menjual tabung LPG 3 KG,karena tabung itu berguna untuk ketentuan pengisian ulang." Imbuhnya.***(mcr-din)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

