Masyarakat Dumai Galau Tau Harga Elpiji Naik
Rabu, 07 Januari 2015 17:50 WIB
DUMAI : Terhitung sejak 1 Januari 2015 kemarin, Pertamina pusat telah menetapkan kenaikan harga LPG tabung 12Kg sebesar Rp. 134.900, yang sebelumnya seharga Rp. 119.900.
Kondisi tersebut tentu menimbulkan kegalauan bagi masyarakat Kota Dumai, khususnya konsumen dengan tabung ukuran besar tersebut yang diharuskan untuk menggerogoh kocek lebih dalam lagi.
Akibat adanya kenaikan tersebut, besar kemungkinan apabila nantinya pelanggan LPG tabung 12Kg akan beralih ke tabung 3Kg. Itu artinya, jumlah pengguna tabung kecil tersebut akan mengalami peningkatan, sementara ketersediaan kuota yang relatif kurang atau tak sepadan.
Untuk mengantisipasi adanya kemungkinan hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Dumai melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) membenarkan bahwa harga gas LPG tabung 12Kg sudah mengalami kenaikan per 1 januari 2015 lalu oleh Pertamina pusat sebesar Rp. 134.900.
"Adanya kenaikan tersebut untuk setakat ini memang belum berdampak besar, akan tetapi beberapa minggu kemudian baru akan terlihat. Sebab kenaikan harga cukup menanjak tajam dari Rp. 119.900 kini menjadi Rp. 134.900 dari Agen. Belum lagi bila sudah diencer keluar, tentu akan mencapai Rp. 150.000 lebih per tabungnya," kata Kepala Disperindag melalui Kepala Bidang Perdagangan, Kamarrudin, Rabu (7/1/15).
Menurut Kamaruddin, kenaikan harga terjadi karena Pertamina selalu merugi, oleh karena itu diprediksi bahwa harga LPG tabung 12Kg akan terus mengalami kenaikan kedepannya, apalagi kini diterapkannya sistem setiap 3 bulan sekali dilakukan evaluasi.
"Memang akibatnya tentu berimbas kepada gas LPG tabung 3Kg, sebab besar kemungkinan konsumen 12Kg akan berpindah ke 3Kg. Dan hal ini sudah mulai dikeluhkan oleh agen dan pangkalan LPG 12Kg, karena permintaan menurun. Kemudian agen dan pangkalan LPG 3Kg juga mengeluhkan kekurangan kuota sehingga masyarakatpun sulit mendapatkan tabung berwarna hijau tersebut," jelasnya.
Maka dari itu, Disperindag telah mengusulkan kepada kementrian SDM agar segera menambah kuota LPG tabung molen tersebut. "Usulan kita lebih kurang 5.000 tabung, setelah sebelumnya jumlah kuota yang disupply Pertamina untuk Kota Dumai sebanyak 5.420 tabung, dan ini sifatnya masih sebuah usulan, diterima atau tidaknya itu belum dapat kita ketahui secara pasti," ungkapnya.
Kemudian, sesuai rapat seminggu yang lalu dengan Kemenpan, ia meminta kepada seluruh daerah yang mengusulkan penambahan kuota agar memberikan data yang valid dan terbaru sebagai acuan, hal itu diminta Kemenpan agar permintaan penambahan tidak hanya dilandaskan berdasarkan perkiraan.
Dengan begitu, saat ini Disperindag Kota Dumai sedang mengumpulkan data masyarakat pengguna gas LPG 3Kg dari seluruh kelurahan. Pendataan kali ini melibatkan seluruh RT, Lurah dan Camat bedasarkan SK Walikota yang telah dikeluarkan pada 29 Desember 2014 lalu, yang meminta Camat dan Lurah untuk menyerahkan data masyarakatnya yang menggunakan gas LPG 3Kg.
"Setelah data tersebut diberikan kekita, maka akan kita teruskan untuk diserahkan kepada Menteri SDM untuk melengkapi surat sebelumnya, dan paling lambat, penyerahan data tersebut sudah harus dilakukan pada 9 Januari 2015 mendatang," paparnya.
Menurut Kamaruddin, selama ini ketersediaan kuota gas LPG 3Kg belum mencukupi untuk memenuhi permintaan masyarakat Kota Dumai, sebab jumlah Rumah Tangga baru setiap harinya terus mengalami penambahan, kemudian jumlah pengusaha Mikro juga demikian. "Jadi salah satu langkah agar tidak terjadi gejolak ditengah masyarakat adalah dengan cara Pertamina harus menambah kuota," tutupnya.
(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kejari Dumai Musnahkan Barang Bukti Hasil Penanganan Perkara 2017
-
Nasional
70 Kontingen Dumai Ikuti Pawai Budaya Rakernas Apeksi di Malang
-
Sosial
50 Bidan PTT Dumai Terima SK CPNS Tahun 2017
-
Sosial
Momentum HKN 2017, Seluruh ASN Pemko Dumai Diminta Kerja Profesional
-
Lingkungan
Ratusan Anggota TNI-Polri Bersih-bersih Kampung Dalam Dumai
-
Hukrim
Penjual Martabak Tewas Mengenaskan Dalam Ruko di Dumai

