2014, Jumlah Ekspor Non Migas Menurun di Dumai
Rabu, 07 Januari 2015 17:54 WIB
DUMAI : Tahun 2013 perkembangan jumlah ekspor non migas Kota Dumai mencapai volume 11.522.507.904 ton. Kemudian di tahun 2014 terhitung mulai bulan Januari hingga November, mencapai angka 9.575.603 179 ton. Jumlah itu menurun!.
Namun jumlah tersebut masih terbilang stagnan (tetap), tidak ada peningkatan lebih dari sebelumnya meskipun perhitungan bulan Desember 2014 dimasukkan. Jenis komoditinya pun masih tetap sama yakni lebih didominasi oleh Curm Palm Oil (CPO).
"Tahun 2014 CPO yang diekspor mencapai 9.575.603.179 ton sedangkan tahun 2013 sebanyak 11.522.507.904 ton," kata Kepala Bidang Perdangan, Kamarrudin, Rabu (7/1/15).
Kamarrudin menegaskan bahwa jumlah 9.575.603.179 tersebut belum secara total dihitung hingga Desember, besar kemungkinan bila sudah ditotalkan jumlahnya hampir sama atau tidak beda jauh.
"Nilai tersebut apabila dilihat dari segi ton, namun bila dilihat dari segi nilai pada tahun 2013 lalu mencapai US$ 8.067.275.272, kemudian pada tahun 2014 yang terhitung sejak Januari hingga November senilai US$ 7.086.967.881, dan itu belum termasuk hitungan pada bulan Desember," terangnya.
Dan data penilaian dan volume (ton) didapatkan Disperindag bedasarkan penggeluaran Surat Keterangan Asal (SKA). Jadi apabila perusahaan hendak mengekspor wajib melampirkan SKA.
"Apabila tidak melampirkan SKA tersebut, maka negara luar tidak akan mau menerima barang tersebut, sebab itu dianggap sebagai sebuah pertanda bahwa nonmigas yang diekspor tersebut tidak Asli dari Indonesia," paparnya.
Maka Kamaruddin kembali menegaskan, bahwa perusahaan yang hendak mengekspor CPO ke Luar Negeri haruslah menggantongi SKA tersebut terlebih dulu, sebab SKA tersebut yang menjadi acuan Negara Luar bahwa barang tersebut memanglah asli produk Indonesia.
Dan dari KTA yang selama ini dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Dumia, CPO asal Dumai itu di ekspor ke 43 negara didunia diantaranya Hindia, Pakistan, Amerika, Jepang, Belanda dan lain sebagainya. Sementara untuk permintaan ekspor CPO tertinggi adalah Rakyat Republik China (RRC), Belanda, Hindia, dan Jepang.
Sementara Kamaruddin sendiri memperkirakan, sepanjang tahun 2014, Disperindag dapat menggeluarkan sebanyak 400 hingga 500 SKA per harinya dengan komiditi yang lebih didominan oleh CPO, "karena komoditi lain tidak begitulah eksis di Kota Dumai," tutupnya.
(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Maritim
Ratusan Alumni Akademi Martim Indonesia Medan di Dumai Gelar Bukber
-
Hukrim
Kejari Dumai Musnahkan Barang Bukti Hasil Penanganan Perkara 2017
-
Nasional
70 Kontingen Dumai Ikuti Pawai Budaya Rakernas Apeksi di Malang
-
Sosial
50 Bidan PTT Dumai Terima SK CPNS Tahun 2017
-
Sosial
Momentum HKN 2017, Seluruh ASN Pemko Dumai Diminta Kerja Profesional
-
Lingkungan
Ratusan Anggota TNI-Polri Bersih-bersih Kampung Dalam Dumai

