Peserta BPJS Isi 70 Persen Awal Bros
Rabu, 08 Oktober 2014 13:04 WIB
PEKANBARU - Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengisi hingga 70 persen fasilitas rawat inap Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru, Provinsi Riau.
"Dari 343 tempat tidur, 70 persen diisi pasien BPJS Kesehatan," kata Manager Humas, Pemasaran dan Pengembangan RS Awal Bros, Nazrul Edi, kepada Antara di Pekanbaru, Rabu siang.
Ia mengklaim rumah sakitnya tidak mendiskriminasikan peerta BPJS Kesehatan.
"Pelayanan tetap dilakukan sama seperti terhadap pasien umum," katanya.
Hanya, lanjut dia, dengan kamar dan tempat tidur yang terbatas, pihak rumah sakit harus membagi porsinya.
"Bahkan porsi yang diberikan untuk pasien BPJS cukup besar dibandingkan pasien umum," katanya.
Seorang keluarga pasien yang ditemui di RS Awal Bros menyatakan pelayanan yang diberikan managemen rumah sakit sangat baik dengan tidak membeda-bedakan pasien.
"Dengan adanya BPJS Kesehatan masyarakat tentunya sangat terbantu, terlebih mereka yang memiliki latar belakang ekonomi menengah ke bawah," katanya.
Pejabat BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru, Riau, menyatakan pasien yang menjadi peserta BPJS saat ini lebih memilih rumah sakit mewah sehingga terjadi penumpukan yang luar biasa.
"Salah satu rumah sakit yang menjadi tujuan adal RS Awal Bros Pekanbaru sehingga memang kamar rawat inap sering penuh," kata Kepala Unit Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru, Asti Putri Dewi Santri.
Dia mengimbau sebaiknya masyarakat juga memilih rumah sakit lainnya selain rumah sakit yang mereka anggap bagus sehingga menjadi prioritas atau unggulan untuk dijadikan rujukan.
Asti mengatakan, BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru telah bekerja sama dengan 15 rumah sakit di daerah ini.
Selain RS Awal Bros, juga ada RS PMC, RS Umum Daerah Arifin Achmad, RS Thabrani, RS Petala Bumi dan RS Ibnu Sina, serta lainnya.
"Terkecuali RS Eka Hospital dan RS Santa Maria. Dengan dua rumah sakit swasta ini kami belum ada kerja sama," katanya.
Dengan demikian, lanjut dia, sebenarnya masyarakat memiliki banyak pilihan rumah sakit yang menjadi tujuan rujukan.
"Jangan terpaku pada satu rumah sakit saja. Itu justru akan merepotkan, karena selalu rumah sakit itu kelebihan kapasitas. Jika demikian, sebenarnya juga tidak baik untuk pelayanan ke masyarakat," katanya.
Sebenarnya menurut dia, rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap justru rumah sakit milik pemerintah daerah yakni RSUD Arifin Achmad.
"Pelayanannya juga sangat baik dan diharapkan masyarakat yang menjadi peserta BPJS juga berobat ke rumah sakit itu," kata dia.
Jumlah peserta BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru saat ini terdata telah lebih dari 1,4 juta peserta.
Dari jumlah tersebut kepesertaan yang berasal dari kategori masyarakat mandiri yakni lebih dari 70 persen.
"Selain peserta yang berasal dari masyarakat mandiri, terdapat juga peserta yang berasal dari PNS yang mencapai sebanyak 250 ribu, TNI dan Polri," kata Kepala Wilayah BPJS Kesehatan Sumbagteng, Benjamin Saut.***(ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

