Sembako Naik, Petani Karet Bengkalis ‘Menjerit’

    Jumat, 06 Juni 2014 18:32 WIB

    BENGKALIS - Harga jual getah karet ke tingkat pengepul di Pulau Bengkalis belum stabil sangat dikeluhkan oleh para petani saat ini. 

    Menjelang puasa 2014 komoditi andalan tersebut hanya dihargai mulai kisaran Rp7.000-Rp8.000 perkilogram, sedangkan kebutuhan pokok di daerah ini terus merangkak naik.

    “Harga ojol (getah karet, red) masih belum stabil bang, tapi untuk beli sebutir telur di kedai sudah Rp1.500, bagaimana pemerintah bang apa diam saja,” ujar Seri (24), salah seorang ibu rumah di Desa Jangkang, Bantan di kediamannya, Jumat (6/6/14).

    Para petani di Pulau Bengkalis semakin merasa resah, mereka memperoleh kabar dari harga itu bakal mengalami penurunan kembali bahkan lebih parah dari sebelumnya.

    "Katanya ojol bakal turun lagi lebih parah, tapi harga sembako tidak ada turun malah sekarang harganya sudah mulai naik lagi jelang puasa ini," kata Nawi (40), petani karet di Desa Bantantua, Bantan. 

    "Bagaimana ini Kami petani karet tidak risau dek, untuk membeli kebutuhan hari-hari semuanya sudah mahal apalagi untuk kebutuhan yang lain,” ungkap 

    Sejak dua bulan terakhir, harga getah karet di Bengkalis mengalami penurunan dan kenaikan bervariasi. 

    Dari harga sebelumnya mampu Rp11.000 perkilogram kemudian terjadi penurunan menjadi Rp10.000 perkilogram, terus anjlok menjadi Rp5.000 perkilogram-nya. 

    Selanjutnya terjadi kenaikan hingga sekarang dari kisaran Rp7.000-Rp8.000 perkilogram.***(dik)
    IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
    Tags
    Komentar