22 Titik Api dan 197 Hektar Lahan Terbakar di Riau
Jumat, 07 Maret 2014 17:49 WIB
PEKANBARU - Kasus kebakaran lahan masih terus terjadi. Kebakaran lahan terus meresahkan karena dampak kabut asap yang ditimbulkannya. Hari ini, Jumat (7/3/14), ada 22 titik api dan 197 hektar lahan terbakar di seluruh Riau. Akibatnya, sejumlah penerbangan di Bandra SSQ II terpaksa ditunda.
Hal ini sesuai data dari Mapolda Riau dan dipaparkan oleh Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo. "Api yang menyala ada 22 titik. Yang tidak menyala (berasap) ada 116 titik. Luas lahan yang terbakar sekitar 197 hektar. Lahan yang sudah terbakar secara keseluruhan mencapai 12.475 hektar," ungkap Guntur.
Guntur menambahkan, jarak pandang hanya 400 meter. Akibatnya, sejumlah penerbangan di Bandara SSQ II terpaksa ditunda. "Semua persoalan karhutla ini tengah kami tanggapi. Termasuk pemadaman serta penyidikan dan penyelidikan pembakaran lahan," ungkapnya.
Di wilayah Polres Meranti, diungkapkan Guntur, api mengamuk di 10 hektar lahan di Kecamatan Manggis, Selat Panjang. "Api itu membakar lahan milik warga. Kondisi saat ini sudah padam. Namun, masih mengeluarkan asap," ungkapnya.
Kabid menambahkan, penyebab kebakaran itu sedang diselidiki apakah sengaja dibakar atau tidak. "Selain itu, pihak Polres Kepulauan Meranti juga tengah melakukan patroli untuk mencegah kebakaran," kata Guntur. ***(gem)
Hal ini sesuai data dari Mapolda Riau dan dipaparkan oleh Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo. "Api yang menyala ada 22 titik. Yang tidak menyala (berasap) ada 116 titik. Luas lahan yang terbakar sekitar 197 hektar. Lahan yang sudah terbakar secara keseluruhan mencapai 12.475 hektar," ungkap Guntur.
Guntur menambahkan, jarak pandang hanya 400 meter. Akibatnya, sejumlah penerbangan di Bandara SSQ II terpaksa ditunda. "Semua persoalan karhutla ini tengah kami tanggapi. Termasuk pemadaman serta penyidikan dan penyelidikan pembakaran lahan," ungkapnya.
Di wilayah Polres Meranti, diungkapkan Guntur, api mengamuk di 10 hektar lahan di Kecamatan Manggis, Selat Panjang. "Api itu membakar lahan milik warga. Kondisi saat ini sudah padam. Namun, masih mengeluarkan asap," ungkapnya.
Kabid menambahkan, penyebab kebakaran itu sedang diselidiki apakah sengaja dibakar atau tidak. "Selain itu, pihak Polres Kepulauan Meranti juga tengah melakukan patroli untuk mencegah kebakaran," kata Guntur. ***(gem)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

