• Home
  • Hukrim
  • Hadir di Dumai, Abdullah Hehamahua Sebut Korupsi Bisnis Menjanjikan

Hadir di Dumai, Abdullah Hehamahua Sebut Korupsi Bisnis Menjanjikan

Hadi Pramono Minggu, 24 Desember 2017 21:31 WIB
Mantan Penasehat KPK, Abdullah Hehamahua menjadi pembicara dalam simposium dan bedah buku yang ditaja KAHMI Dumai, Minggu (24/12/2017). Tribun Pekanbaru.
DUMAI - Mantan Penasehat KPK, Abdullah Hehamahua mengatakan korupsi semakin marak karena korupsi adalah peluang bisnis yang menjanjikan.

Koruptor melakukan pendekatan kalkulatif melakukan korupsi. Mereka mempersiapkan sejumlah rekening untuk menyimpan uang hasil korupsi.

Satu rekening berisi uang korupsi bisa saja tersimpan di bank luar negeri.

"Jadi keluar dari penjara koruptor tetap kaya. Keluarganya juga bisa melarikan diri ke luar negeri," ujar Abdullah dalam Simposium Nasional dan Bedah Buku Jihad Memberantas Korupsia, Minggu (24/12/2017) di Hotel Grand Zuri Dumai.

Menurutnya, peluang tersebut menjadikan korupsi sebagai satu extra ordinary crime atau kriminal luar biasa. KPK menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) agar melacak aliran uang korupsi tersebut.

Presidium KAHMI Dumai, Darwis mengajak agar HMI dan KAHMI semakin kompak. Ia mengajak seluruh kader HMI ikut memerangi korupsi. Ia juga mengingatkan tentang bahaya narkoba.

"Selain korupsi, narkoba juga harus menjadi musuh bersama. Jadi di lain kesempatan bahaya narkoba bisa kita jadikan bahasan khusus," terang Ketua KPU Dumai itu.

Ketua Panitia Simposium Nasional dan Bedah Buku, Bahren Rambe menyebut KAHMI Dumai sengaja menggelar kegiatan ini untuk mengajak masyarakat agar lebih tahu tentang bahaya laten korupsi. Riau sendiri punya sejarah karena tiga gubernur terlibat korupsi.

Mereka adalah Saleh Djasit, Rusli Zainal dan Annas Maamun. "Jadi simposium ini juga jadi momen, agar bersama memberantas korupsi," terang Rambe.

(rdk/tpc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags HMIKAHMIKPKKorupsi
Komentar