• Home
  • Sosial
  • Kader HMI Dumai Diajak Katakan Haram Terhadap Korupsi

Kader HMI Dumai Diajak Katakan Haram Terhadap Korupsi

Hadi Pramono Minggu, 24 Desember 2017 21:28 WIB
Mantan Penasehat KPK, Abdullah Hehamahua menjadi pembicara dalam simposium dan bedah buku yang ditaja KAHMI Dumai, Minggu (24/12/2017). Tribun Pekanbaru.
DUMAI - Mantan Penasehat KPK, Abdullah Hehamahua mengajak kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Dumai untuk katakan haram terhadap korupsi.

Ia menilai pemberantasan korupsi harus ada komitmen bersama. Ia menyebut satu dampak korupsi yang terlihat kini adalah terjadinya kerusuhan di tengah masyarakat.

Satu penyebabnya adalah ketidakpuasan pendukung pasangan calon dalam pilkada. Mereka cendrung melakukan aksi dan menyerang satu kubu saat kalah.

"Hal ini disebabkan adanya korupsi dalam sistem penyelenggaraan pilkada," terang Abdullah dalam Simposium dan Bedah Buku Jihad Memberantas Korupsi, Minggu (24/12/2017).

Menurutnya, prilaku koruptor bisa berdampak bagi pelayanan publik. Mereka yang melakukan korupsi tidak sadar bahwa ada rakyat yang sengsara akibat korupsi. Seperti tidak mendapat aliran listrik, kereta api anjlok, jembatan rubuh, gizi buruk hingga tidak bisa mendapat layanan kesehatan.

Pria kelahiran Ambon menyebut motif korupsi ada beragam. Satu di antaranya adalah serakah. Sejumlah pejabat publik yang punya gaji bernilai fantastis tidak lantas lepas dari jebakan korupsi.

"Jadi mereka serakah karena tidak puas dengan gaji yang mereka dapat. Makanya mencark jalan pintas lewat korupsi," terang Penasehat KPK tahun 2005 hingga 2013 pada ajang yang ditaja KAHMI Dumai. 

(rdk/tpc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags HMIKAHMIKPKKorupsi
Komentar