Dugaan Skandal Asusila,
Hotel Ibis Pekanbaru Saksi Bisu Novita Putri dan Bupati Yopi
Rabu, 19 Maret 2014 11:30 WIB
PEKANBARU - Setelah pertemuan awal di Pekanbaru gagal terlaksana karena ayah Bupati Indragiri Hulu Yopi Arianto meninggal, kemudian direncanakan pertemuan kedua pada akhir April 2011 atau dua pekan setelah prosesi mendoa untuk Almarhum Sugianto tuntas.
Putri menerima telephon dari Bupati Yopi yang memerintahkannya berangkat ke Pekanbaru. Di ibukota provinsi tersebut, Putri diminta bertemu dengan SP, seorang Kabid di Setdakab Inhu yang menjadi kurir cinta Bupati Yopi pada Putri. Singkat cerita, Putri sampai di Pekanbaru.
Sebagai catatan, Putri bersedia memenuhi ajakan pertemuan di Pekanbaru, karena sudah berulang kali Bupati Yopi melambungkan angan-anganya dengan beragam janji. Mulai akan dinikahi sampai diangkat jadi PNS.
Sesuai arahan Bupati Yopi, Putri bertemu SP di Hotel ibis Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru. Kepada Putri, SP tak banyak bicara. Hanya mengatakan kalau Putri disuruh menunggu Bupati Yopi di sini sambil menyerahkan kunci kamar.
Setelah menerima kunci, Putri lantas masuk kamar. SP sempat mengantarkan Putri sampai ke dalam kamar. Di dalam kamar, SP menelphon Bupati Yopi dan mengabarkan kalau Putri sudah berama dirinya. Setelah itu, SP pamit. Tinggalah Putri seorang diri dalam kamar hotel berbintang empat tersebut.
Sekitar satu jam kemudian pintu kamar Putri diketuk. Begitu pintu dibuka, munculah Bupati Yopi Arianto. Mengembangkan senyum pada Putri. Pintu kemudian ditutup dan dimulailah pangkal masalah dari cerita ini.
"Begitu pintu kamar ditutup, Pak Bupati langsung memeluk saya. Mencium saya dan akhirnya mendorong saya rebah ke tempat tidur," tutur Putri.
Setelah itu, terjadilah apa yang dinginkan Bupati Yopi. Putri mengaku tak bisa berbuat apa-apa, selain menerima semua perlakukan Bupati Yopi terhadap dirinya. Tak berdaya. Meskipun digauli dengan paksa dan dengan cara-cara yang menurutnya tak lazim.
"Pokoknya aneh cara Pak Bupati memperlakukan saya ketika itu," kenang Putri tanpa bersedia merincikan seperti apa perlakuan Bupati Yopi kepada dirinya.
Bupati Yopi tak terlalu lama berada bersama Putri di kamar Hotel ibis. Setelah hasratnya tersalurkan dan istirahat beberapa saat, Bupati Yopi pamit pergi dengan alasan punya tugas penting yang harus segera diselesaikan. Sebelum pergi, bupati yang juga Ketua DPD Partai Golkar Inhu tersebut meninggalkan uang Rp800 ribu di atas meja kamar hotel.
Sepeninggalan Bupati Yopi, Putri termenung dan merasa bingung dengan apa yang baru saja terjadi. Semua berlangsung begitu cepat. Bupati datang. Memeluknya dan akhirnya menggauli dengan kasar. Setelah itu pergi begitu saja.
Setelah pergi, Bupati Yopi tak pernah lagi menghubungi Putri. Mayoret Marching Band Satpol PP Inhu tersebut dibiarkan sendirian di kamar hotel. Tidak ada perhatian lagi, bahkan sampai Putri meninggalkan hotel, Bupati Yopi dan SP tak bisa dihubungi. Menolak mengangkat telephon dari Putri.***(mad/bersambung)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

