• Home
  • Hukrim
  • KPK Geledah Kantor PT Duta Palma di Riau

KPK Geledah Kantor PT Duta Palma di Riau

Senin, 20 Oktober 2014 19:01 WIB

PEKANBARU - Dua unit mobil Inova yang dikendarai tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan terhadap kantor PT Duta Palma. PT Duta Palma sendiri terletak di di belakang kawasan Purna MTQ, Pekanbaru.

"Ada dua mobil yang masuk bang, tapi saya tidak tahu persis berapa jumlah orang KPK itu," ujar salah seorang petugas keamanan PT Duta Palma menjawab pertanyaan seperti dikutip merdeka.com, Senin (20/10). 

Dia menambahkan, wartawan tidak diperkenankan untuk masuk kawasan Perusahaan tersebut. Pantauan di lapangan, PT Duta Palma merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang lahannya berada di sejumlah kabupaten. 

Tidak ada plang nama perusahaan di kantor itu, pagar sekelilingnya dipenuhi pepohonan sehingga tidak terlihat aktivitas di dalamnya. Kuat dugaan KPK melakukan penggeledahan di PT Duta Palma terkait dugaan korupsi Gubernur Riau Annas Maamun terkait kasus alih fungsi lahan di kabupaten Kuansing.

Juru bicara KPK Johan Budi SP saat dihubungi merdeka.com mengatakan belum mengetahui apa agenda tim penyidik KPK yang menggeledah kantor PT Duta Palma tersebut. "Nanti saya cek dulu ya, "katanya.

Informasi yang dirangkum merdeka.com, PT Duta Palma memiliki sejumlah anak perusahaan di beberapa daerah di Riau, di antaranya di kabupaten Indragiri Hulu (inhu) ada 4 perkebunan sawit miliknya, yakni PT PAL, PALMA 1, PT BBU, PT KAT dan 2 Pabrik pengolahan kelapa sawit, PKS PT KAT dan PKS PT BBU.

Sedangkan di kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) ada PT Duta Palma Nusantara (DPN). Perusahaan ini memiliki rekam jejak yang buruk dalam beroperasi. Perusahaan di bawah pimpinan Surya Darmaji ini diduga melakukan perambahan hutan kawasan tanpa izin.

Bahkan baru-baru ini diusir bupati kuansing Sukarmis. Namun tidak diindahkan karena kekuatan pemiliknya yang disinyalir berhubungan dekat dengan pemerintahan pusat di Jakarta.***(red)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar