• Home
  • Hukrim
  • Kapal Milik Pengusaha Kepulauan Meranti Tenggelam di Selat Malaka

Kapal Milik Pengusaha Kepulauan Meranti Tenggelam di Selat Malaka

Wili Hidayat Senin, 11 Oktober 2021 10:56 WIB
RIAUHEADLINE.COM - Kapal milik pengusaha asal Kepulauan Meranti tenggelam di Selat Malaka. Kapal tersebut mengakut puluhan ton pinang kering dan ratusan kilo siput. 

Kapal bernama KM Rupat Jaya 1 dengan nomor lambung GT 30 no 1436/PPe tenggelam akibat hantaman badai serta gelombang tinggi saat sedang dalam pelayaran dari Selatpanjang menuju Batu Pahat, Malaysia.

Beruntung atas peristiwa itu tidak ada korban jiwa. Empat awak kapal yang terdiri dari nakhoda maupun dua ABK selamat dan saat ini berada di Malaysia.

Kapal tenggelam tersebut milik pengusaha bernama Asian itu beserta barang ekspor berupa 600 karung pinang biji dengan berat sekitar 30 ton, maupun dokumen kapal dan paspor tidak bisa di selamatkan.

Agen Kapal, Rian kepada wartawan mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu kepulangan empat orang awak kapal. "Saya belum tau persis kejadiannya. Saat ini mereka masih di Malaysia," ucapnya.

Empat awak kapal yang selamat dalam peristiwa itu, kata dia, sedang dalam proses pengurusan oleh keagenan Malaysia untuk kepulangan menuju Kepulauan Meranti, Indonesia.

Menurut informasi sementara dari Malaysia, peristiwa itu terjadi pada Kamis (7/10/2021) sekira pukul 18.30 WIB, saat KM Rupat Jaya 1 memasuki perairan Malaysia, tiba-tiba cuaca di laut dalam kondisi buru.

"Kondisi laut cuaca berubah buruk, angin kencang dan gelombang tinggi sehingga nahkoda tidak bisa mengendalikan kapal," kata Rian, Senin, 11 Oktober 2021, kepada awak media.

Kemudian empat orang awak kapal sempat terombang-ambing di laut sebelum mendapat pertolongan dari kapal nelayan dan kapal angkutan kelapa tujuan Batu Pahat, Malaysia.

"Saat ini kita fokus dalam menyiapkan arsip seluruh dokumen pendukung keberangkatan yang ikut tenggelam untuk penyampaian pemberitahuan kecelakaan," jelasnya.

Sementara Kepala Kantor Bantu Bea dan Cukai Selatpanjang, Anwar Din Nahar juga membenarkan peristiwa itu, dimana pihak agen kapal juga sudah menyampaikan terjadinya kecelakaan tersebut.

"Mengenai dokumen secara kepabeanan sudah terpenuhi. Termasuk surat jalan kapal dan mereka tidak ada persoalan, bahkan pada hari Jumat (8/10/2021) kemaren mereka juga sudah mengirimkan pemberitahuan terkait terjadinya kecelakaan itu," ucapnya.

Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Selatpanjang melalui Petugas Keselamatan, Suharto bahwa kapal tersebut berlayar dari Selatpanjang tujuan Batu Pahat, Malaysia.

Adapun muatan sesuai manifes yaitu barang ekspor 30 ton pinang biji dan ratusan kilo siput. Namun ketika
sampai di alur perbatasan negara di Selat Malaka terjadi cuaca yang ekstrim.

"Saat ini kita belum bisa memastikan penyebab lain insiden tersebut. Karena nahkoda kapal yang mengetahui pasti kejadian itu dan saat ini masih berada di Malaysia," jelas Suharto.

Pihak agen kapal sudah menyampaikan laporan secara tertulis atas adanya kecelakaan kapal motor. Kemudian untuk muatan kapal tidak terjadi over kapasitas. Karena kapal berukuran 40 Gross ton.

KSOP Selatpanjang juga mengimbau bagi kapal-kapal yang akan berlayar baik di antar pulau maupun kapal lintas batas harus lebih berhati-hati dan selalu update memantau cuaca di aplikasi BMKG.

"Demi untuk menjaga keselamatan, bagi nahkoda jika cuaca tidak memungkinkan untuk berangkat dimohon sebaiknya menunda keberangkatan dan berlindung," pesannya.

Sumber: Menit.co.id
Editor    : Wili Hidayat
Sumber : Menit.co.id
Tags Berita MerantiKapal TenggelamKecelakaan LautKepulauan MerantiMalaysiaSelat Malaka
Komentar