• Home
  • Hukrim
  • Ketahuan Selingkuh, Dosen Unri Bergelar Doctor Aniaya Istri

Ketahuan Selingkuh, Dosen Unri Bergelar Doctor Aniaya Istri

Rabu, 08 Oktober 2014 13:12 WIB

PEKANBARU - Perilaku amoral kembali mencoreng nama besar Universitas Riau (Unri). Kali ini, seorang dosennya Dr Awitdrus dilaporkan ke polisi, Selasa (7/10/2014), terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). 

Sang dosen, tega menganiaya istrinya Susilawati (42) yang sebelumnya memegorki pelaku tengah memadu kasih dengan dosen wanita bernama Dr Rahmawati Farma.

Kejadian bermula setelah hampir 1,2 tahun dosen yang bergelar Doctor ini tak pulang kerumah. Karena curiga, sang istri terus melacak keberadaan sang suami. Dari informasi yang didapat, sang suami sering bertemu dengan seorang wanita yang diduga selingkuhannya di Perum BRP Kelurahan Tuah Karya, Tampan.

Tanpa pikir panjang, sang istri segera mendatangi alamat tersebut, untuk memastikan informasi yang ia dapatkan Minggu (5/10/2014). Benar saja di TKP, Ia mendapati Awitdrus tengah berada di rumah Rahmawati Farma.

"Kita sudah terima laporan tersebut. Dan dijelaskan, pelapor mendatangi TKP pada Minggu (5/10/2014) sekitar pukul 22.00 Wib dan mendapati suaminya berada disana," ungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, Rabu (8/10/2014).

Tak terima akan kedatangan istrinya, Awitdrus lantas marah-marah kepada korban. Bahkan  suami yang harusnya menjadi panutan ini malah menampar korban tepat dibagian bibir, sehingga mengeluarkan darah segar. 

"Korban dilaporkan mengalami kekerasan, dimana terlapor menampar bibirnya, sehingga mengeluarkan darah," jelasnya.

Bahkan, aksi KDRT sang dosen, sempat disaksikan oleh warga dan Ketua RT setempat. Tak terima akan perbuatan sang suami, korban lalu melaporkan kasus ini ke kepolisian resort kota (Polresta) Pekanbaru, Selasa (7/10/2014) kemarin. 

"Korban sudah membuat laporan resmi kepolisi dan kita tengah melakukan penyelidikan," tutup Guntur.

Menanggapi kejadian ini, rektor Unri Profesor Dr Aras Mulyadi menjelaskan, jika laporan ini benar, pihaknya akan segera menanggapi kasus tersebut, melalui bagian administrasi kepegawaian. 

Menurutnya, jika ada pihak yang merasa dirugikan dan melapor ke kepolisian, pihaknya akan meminta sejumlah keterangan.

"Kita ada bagian khusus yang menangani hal seperti ini, jika nanti terbukti, kita akan tindak tegas," ujarnya singkat, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (8/10/2014) siang.

Belakangan, nama besar Universitas Riau mulai terusik oleh sejumlah kasus yang melibatkan dosen maupun pegawainya. Seperti contohnya dugaan penipuan calo nilai yang melibatkan pegawai Unri.

Kemudian dugaan aksi calo yang beraksi dengan modus memuluskan jalan pada penerimaan calon mahasiswa kedokteran Unri, bahkan kabar terakhir Dosen Unri lainnya berinisial GM ikut ditangkap KPK terkait kasus penyuapan alih fungsi lahan.***(hrc-din)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar