Protes Peserta Asing MTQ,
Ketua LPTQ Bagansinembang Tampar Anggota DPRD Rohil
Kamis, 24 April 2014 18:27 WIB
BAGAN BATU - Ketua LPTQ Kecamatan Bagansinembah Rokan Hilir AZ menampar anggota DPRD H M Bachid Madjid. Penamparan dikarenakan anggota dewan minta 14 qori Bagansinembah pada MTQ tingkat kabupaten yang direkrut dari luar daerah dibatalkan, dan cukup merekrut peserta dari Rohil saja.
Kejadian, Kamis (24/4/14) pagi, ketika itu H M Bachid Madjid mau pergi rapat Bamus tentang Wakil Bupati ke kantor DPRD di Bagansiapiapi dari Bagansinembah, dia menyempatkan singgah ke kantor camat setempat untuk memastikan peserta dari luar daerah diganti dengan peserta dari dalam daerah.
"Saya berpakaian lengkap, dinas sebagai anggota dewan. Sampai ke sana saya pertanyakan kenapa anak-anak kita banyak tak dibawa, kita punya anak hafiz quran 5, 10, 20 sampai 30 juzz. Itu ada 14 peserta dari luar yang dikerahkan," timpalnya.
"Tapi karena tak terima diprotes, dia langsung menampar. Saya bibir kiri, bibir kanan pecah, begitu juga bagian atas dan bawah, kaca mata pecah dan bad nama rusak. Saya sudah visum, proses hukum harus tetap jalan," katanya dihubungi wartawan sore harinya.
Pasca kejadian itu pihak kecamatan sempat memediasi agar jumlah peserta dari luar dikurangi, namun hanya beberapa saja. Terbukti bahwa memang ada santri dari Bagan Batu yang memang hafal Qur’an hingga 30 juzz.
"Itu sudah diseleksi langsung oleh KUA tadi malam, memang kemampuan anak-anak kita hebat, mengapa pula bawa peserta dari luar," katanya kesal.
Sebelumnya,H M Bachid Madjid diruang kerjanya kepada riauterkinicom mengatakan, takut nantinya Al-Qur’an disamakan dengan main bola kaki, dia minta pemkab setempat yang bakal menggelar MTQ tidak memakai qori/qoriah luar.
“Pemerintah Rokan Hilir tanggal 26 ini akan mengadakan MTQ tingkat kabupaten, saya menghimbau pemerintah, sebagai Wakil Ketua Komisi I supaya tidak memakai anak luar (qori/qoriah carteran, red),” himbaunya.
Jika nanti memang ditemukan peserta didatangkan dari luar Rohil, agar didiskualifikasi saja. “Kalau ada anak dari luar, supaya didiskualifikasi,” tegasnya.
Alasanya, karena memakai qori dan qoriah dari luar Rohil merupakan pembusukan dan pembohongan publik. “Setiap MTQ diambil dari luar, anak awak bodoh semua terus,” katanya kesal.
“Jadi saya takut nanti Al Qur’an ini akan disamakan dengan main bola kaki, camat-camat, pada umumnya, akan dijudikan ini, saya meramalkan begitu, semoga ramalan saya melesetlah,” kiasnya.
Bahkan jika memakai anak luar, dapat hadiah sekelas umrah juara I tentu akan dinikmati anak dari luar, sangat merugikan bagi anak Rohil. “Alangkah ruginya kita sekarang ni, bertindak atas nama agama, tapi bohong,” sentilnya.
Sementara itu, terkait permasalahan ini, Kapolres Rohil AKBP Tonny Hermawan, R.Sik belum berhasil dikonfirmasi, meski telah berupaya untuk dihubungi melalui selulernya, pukul 17.39 WIB.***(nop)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

