Massa Bakar Kantor Desa, 12 Kotak Suara Pemilu Berhasil Diselamatkan
Sabtu, 12 April 2014 13:12 WIB
TAMBANG - Ratusan massa dari Desa Gobah, Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar dengan membawa berbagai jenis senjata tajam melakukan penyerangan ke Desa Kemang Indah, Jumat (11/4) kemarin.
Selain melakukan penyerangan, massa juga membakar kantor kepala Desa Kemang Indah. Akibatnya arsip desa yang terdapat di kantor itu ludes terbakar.
Dalam situasi gaduh itu, sebanyak 12 kotak suara pemilu legislatif di desa tersebut berhasil diselamatkan dari amukan api. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini karena aparat kepolisian bertindak tegas dengan mengamankan sejumlah oknum masyarakat yang terlibat.
Penyerangan dari Desa Gobah ini diduga berawal dari bentrok yang terjadi Kamis (10/4) malam. Bentrok itu sendiri terjadi karena ada seorang warga Desa Gobah Mz yang hendak ke Pekanbaru melewati Desa Kemang Indah namun dalam perjalanan Mz diduga dihadang tiga oknum masyarakat Kemang Indah.
Terjadi perang mulut antara kedua belah pihak dan Mz akhirnya dipukuli. Upaya menyelesaikan masalah dilakukan oleh masing-masing kepala desa dan telah pula dibuat kesepakatan damai.
Dalam kesepakatan damai itu pelaku yang diduga memukuli Mz membayar denda sebesar Rp6 juta dan persoalan dianggap selesai. Proses perdamaian ini terjadi hingga malam hari, padahal kejadian awalnya pukul 10.00 WIB pagi.
Kesal menunggu, ratusan warga Desa Gobah datang ke Polsek Tambang. Akhirnya pukul 20.00 WIB perdamaian pun tercipta dan warga Gobah kembali ke desa.
Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Kades Gobah Yudi dan Kades Kemang Indah, Agus Salim pulang bersamaan dan didampingi sejumlah aparat kepolisian.
Ternyata warga Kemang Indah sudah menunggu. Mereka melempari Kades Gobah Yudi hingga punggungnya terluka sementara kaca mobilnya turut pecah. Dari sisi Kemang Indah, kantor kepala desa dilempari batu sehingga kaca jendela pecah.
Aparat kepolisian dari Polres Kampar diturunkan pada malam kemarin untuk mengamankan situasi dan akhirnya situasi bisa dikendalikan.
Namun situasi memanas kembali usai salat Jumat. Di lapangan, massa dari Desa Gobah membawa beragam senjata tajam mendatangi Desa Kemang Indah. Mereka turut membakar kantor desa. Akibatnya berbagai jenis arsip penting terbakar.
Situasi memanas itu sudah terlihat sekitar pukul 12.30 WIB. Warga Desa Gobah terutama pemuda berkumpul di posko desa dan siap-siap hendak melakukan penyerangan. Warga Kemang Indah yang mendengar hal ini turut berkumpul di pos jaga di desa mereka.
Sekitar pukul 13.00 WIB, massa dari Desa Gobah bergerak menuju Desa Kemang Indah. Dalam perjalanan, massa membakar semak-semak dan kebun-kebun di sepanjang jalan yang mereka lewati.
Ketika massa sampai di kantor kepala desa, Kapolsek Tambang AKP Sumarno membujuk massa agar kembali ke desa. Namun warga menolak. Mereka menuntut agar warga Kemang Indah yang memukul warga Gobah segera ditahan.
Saat negosiasi dengan aparat kepolisian, tiba-tiba ada yang melempar kantor kepala desa dengan botol yang berisi minyak tanah. Tak lama berselang, massa menyulutkan api pada minyak tanah yang dilempar ke kantor desa.
Akibatnya kantor Desa Kemang Indah yang belum diresmikan itu terbakar. Usai membakar, massa terus bergerak ke tengah kampung Kemang Indah sambil berteriak-teriak. Aparat kepolisian terus berupaya menahan pergerakan massa.
Lebih kurang 2 km dari kantor kepala desa, massa ditahan oleh aparat kepolisian yang didatangkan dari Polres Kampar. Massa berhasil mundur sampai di kantor kepala desa yang terbakar.
Awalnya massa masih bertahan. Namun tak lama berselang, puluhan pasukan Brigade Mobil (Brimob) tiba di lokasi. Melihat hal ini massa akhirnya melarikan diri.
Kapolres Kampar AKBP Ary Apriyono yang ditemui Riau Pos di lokasi kejadian mengatakan kecewa atas kejadian ini. Dia menyesalkan tindakan anarkis warga. Padahal sebelumnya sudah ada perjanjian antara kedua belah pihak untuk bersama-sama menjaga perdamaian.
‘’Yang saya sesalkan mengapa harus merusak fasilitas negara. Harusnya massa bisa menahan diri dan tidak bertindak anarkis, sehingga merugikan berbagai pihak,’’ ujarnya.
Kapolres meminta masing-masing aparatur desa untuk meredam situasi yang tidak kondusif tersebut. ‘’Kami akan bertindak tegas terhadap pelaku-pelaku yang terbukti bersalah. Tindakan hukum pasti akan diambil,’’ tuturnya.
Dalam kejadian itu, Polres Kampar menahan 10 orang yang diduga sebagai pelaku pembakaran dan perusakan kantor desa. ‘’Kami belum bisa menyebutkan nama karena ini masih dugaan,’’ ujar Kapolres.
Terkait dengan peristiwa ini, Polda Riau sudah mendapatkan laporan. Kapolda Riau melalui Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, Jumat (11/4) menegaskan, guna mencegah aksi susulan lagi, saat ini anggota Dalmas dan Brimob Polda Riau disiagakan di lokasi.
"Anggota siaga di lokasi. Saat ini kapolsek setempat dan Kasat Intel Polres Kampar juga melakukan penggalangan terhadap kepala desa kedua belah pihak, tokoh masyarakat dan ninik mamak agar menyampaikan kepada masyarakat desa untuk tidak mudah terprovokasi," pungkasnya.***(man/rpo)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

