• Home
  • Hukrim
  • Muncul Sejumlah Spanduk Gubri Cabul di Pekanbaru

Muncul Sejumlah Spanduk Gubri Cabul di Pekanbaru

Rabu, 03 September 2014 09:27 WIB

PEKANBARU - Tersebar luasnya berita di media massa terkait kasus dugaan sejumlah wanita menjadi korban pencabulan Gubri Annas Maamun, mulai menuai protes dari masyarakat Riau. 

Pagi ini, Rabu (3/9/14) di Pekanbaru muncul sejumlah spanduk bertuliskan kecaman terhadap prilaku menyimpang pemimpin Riau yang merupakan gubernur tertua di Indonesia tersebut.

“Entah siapa yang memasang. Pagi tadi saya lihat sudah ada di situ,” ujar Nurdin, seorang warga mengomentari spanduk kain putih yang terpasang di jembatan penyeberangan orang (JPO) depan Mal SKA, Jalan Seokarno Hatta bertuliskan, “Tanda Melayu tak Jati: Gubri Tukang Cabuli’.

Spanduk sepanjang sekitar lima meter tersebut menggunakan penanggung jawab bertitel ‘WARIAH’ alias Warga Riau Peduli Marwah. 

Selain di JPO depan Mal SKA, spanduk serupa juga dipasang di dinding jalan layang simpang Jalan Tuanku Tambusai dan Jalan Jendral Sudirman. Warna kain dan pemiliknya sama, hanya tulisannya berbeda. Di lokasi tersebut tertulis kalimat, “Riau Darurat Gubernur Cabul!’”. 

Dari informasi yang dirangkum, lokasi lain yang juga terdapat spanduk kecaman adalah JPO Jalan HR Sobrantas, depan simpang Tabek Gadang, JPO Jalan Jendral Sudirman dekat RS Awal Bros dan jalan layang simpang Jalan Imam Munandar dan Jalan Jendral Sudirman. 

Namun, usia spanduk tersebut di atas sepertinya tak lama. Seperti di Jalan Layang simpang Harapan Raya sudah hilang dan hanya sempat terpampang beberapa jam. Belum ada penjelasan siapa WARIAH dan apa tujuannya menyebar spanduk kecaman terhadap Gubri Annas yang diduga mencabuli sejumlah wanita. 

Sebagai data tambahan, Gubri Annas Maamun dilaporkan Wide Wirawaty (39) putri tokoh pendidikan Riau Soemardi Thaher ke Bareskrim Mabes Polri karena diduga melakukan pencabulan pada 30 Meik 2014 lalu. Dijadwalkan besok, penyidik pemeriksa Wide dan sejumlah saksi terkait kasus tersebut.

Selain Wide, juga ada korban lain yang kabarnya menempuh jalur serupa, yakni janda Ketua DPRD Dumai Andi Dwi Siswati. 

Jauh sebelumnya, pada Nopember 2013, mantan pembantu Annnas Maamun saat masih menjadi Bupati Rokan Hilir, Sulastri membuat testimoni yang diupload di www.youtube.com, bahwa dirinya dipaksa melayani nafsu bejad Annas Maamun. Berulang kali disetubuhi.***(dok) 
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar