• Home
  • Hukrim
  • Pedagang Serak Sayuran di Depan Wabup Kampar

Pedagang Serak Sayuran di Depan Wabup Kampar

Jumat, 22 November 2013 11:32 WIB

KAMPAR - Sekitar 50 orang pedagang yang tergabung dalam Forum Pedagang Kaki Lima Bersatu (FPKLB) menggelar aksi unjuk rasa di teras kantor Bupati Kampar Kamis (21/11/13). Mereka minta supaya Pemkab Kampar menyediakan pasar yang layak untuk pedagang Kaki Lima dan Pedagang Kecil. 

Permintaan itu dilontarkan oleh pedagang kaki lima di Pasar Modern Bangkinang ini lantaran mereka menganggap tempat berjualan yang disediakan oleh PT Makmur Permata Putra (MPP) yang menjadi pengelola pasar modern, tak layak untuk mereka tempati. 

“Pedagang sudah berupaya mematuhi untuk menggelar dagangan di lantai dua, tapi dagangan nggak laku. Makanya, pedagang kemudian pindah ke pinggir jalan. Tapi ditertibkan oleh Satpol PP. Lantaran kondisi itulah kami datang ke sini. Kami minta supaya pemerintah menyediakan tempat yang layak untuk kami,” kata Aat 42 tahun, salah seorang pengunjuk rasa. 

Menariknya saat aksi demo ini para pengunjuk rasa yang mayoritas kaum ibu itu menggelar berbagai jenis dagangan di lantai teras kantor Bupati, mulai dari tomat, terong, timun, labuh, sayuran hingga jagung. 

“Tolonglah kami pak, pikirkan jugalah nasib kami ini. Kami jualan tak laku. Mau pakai apa kami kasih makan anak-anak kami,” teriak sejumlah ibu-ibu itu. Mereka juga memanggil-manggil Bupati Kampar Jefry Noer untuk menemui mereka. 

Tak lama berselang, Kepala Kantor Satpol PP Kampar, Syafruddin mendatangi pedagang. Lelaki ini mengatakan bahwa pihaknya akan segera melaporkan keluhan para pedagang itu kepada Bupati Kampar Jefry Noer. 

Namun para pendemo ini malah ngotot bertahan. Mereka ingin Jefry Noer langsung yang menemui mereka. Melihat pedagang ngotot, Asisten II Setda Kampar Ali Nafiah menghampiri pendemo. Nyaris sama seperti Syafruddin, Ali minta supaya para pedagang bersabar. Sebab pemerintah pasti akan mencarikan solusi terbaik. “Kami akan segera sampaikan keluhan bapak dan ibu kepada Pak Bupati. Sebab kebetulan beliau sedang tidak berada di tempat,” katanya. 

Sayang, Ali Nafiah juga tak mampu meluluhkan hati para pedemo ini. Mereka tetap ngotot untuk ketemu dengan Jefry Noer. “Sampai kapanpun, kami akan bertahan di sini. Kami akan tunggu kedatangan Bupati,” begitu teriakan mereka. 

Saat pendemo ini menyuarakan tuntutannya, Wakil Bupati Kampar, Ibrahim Ali turun dari lantai dua. Oleh Koordinator aksi Dedek, Ibrahim didaulat untuk berbicara di depan pendemo. Namun nasibnya sama dengan Syafruddin maupun Ali Nafiah. Ibrahim malah disuruh tak usah bicara lagi lantaran tak juga bisa memberikan solusi atas nasib para pedagang itu. 

Sebenarnya, Bupati Kampar Jefry Noer sudah memberikan intruksi kepada Kadis Perindag dan Pasar Khairullah Chan, serta Menejer PT MPP untuk menata lapak para pedagang di pasar modern itu. Intruksi itu dibilang Jefry waktu mantan anggota DPRD Riau ini mendadak berkunjung ke pasar modern itu Minggu ketiga Oktober lalu.

Waktu itu Jefry mengatakan begini; pengelola pasar musti mensiapkan kuli panggul untuk mengangkat barang pedagang ke lantai II. Pedagang sayur dan kebutuhan sehari-hari di atas saja (lantai II). Tapi bantu mereka mengangkat dagangan mereka itu. 

Musti tiap hari, lho. Kemudian, saya minta supaya jenis dagangan di lantai dasar tidak sama dengan di lantai II. Sebab kalau sudah ada di bawah, ngapain mereka ke atas. Kalau hari pasar Rabu dan Minggu, jangan biarkan orang luar Kampar ikut jualan di sini. Satu lagi, sementara jangan pungut bayaran dari para pedagang ini. Sebab mereka masih beradaptasi. 

Tapi pengakuan Aat, pengelola pasar hanya membantu sehari saja. Selebihnya tak ada lagi. Terus yang jualan di atas, tak kebagian pembeli lantaran dibawah sudah ada dagangan yang sama. “Inilah yang membikin dagangan di atas tak laku,” kata Aat lagi.***(man) 
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar