Perampokan Mengakibatkan 1 Polisi Terluka di Singingi Hilir
Selasa, 17 Desember 2013 22:04 WIB
TELUK KUANTAN - Satu dari dua orang Polisi terluka saat enam perampok menyatroni kantor KUD di SKPC II desa Beringin Jaya Kecamatan Singingi Hilir, Senin (16/12/2013) sore sekitar pukul 16.00 lalu.
Dua orang Polisi tersebut memang bertugas melakukan pengawalan saat itu. Seperti diberitakan, akibat kejadian ini, uang yang akan dibagikan ke anggota KUD dibawa kabur perampok sebesar Rp 1.7 Miliar.
"Ada satu anggota yang terluka di bagian kepala saat kejadian," ujar Kasat Reskrim, John Sihite saat ditanya wartawan, Selasa siang.
Menurut John Sihite, semula mereka menduga salah seorang Polisi yang terluka itu akibat tembakan para perampok. Maklumlah saat kejadian, perampokan berulang kali melepaskan tembakan. Namun setelah suasana agak tenang usai kejadian, barulah diketahui bahwa kepala seorang Polisi yang terluka tersebut akibat benturan.
Dijelaskan Kasat Reskrim, saat para perampok melepaskan tembakan berulang kali, dua orang anggota Polisi yang berada di kantor KUD saat itu mundur ke arah belakang kantor.
"Saat mereka mundur salah satunya berbenturan dengan dahan pohon rambutan yang ada di sekitar TKP, hingga mengeluarkan darah cukup banyak dan semula diduga akibat terkena tembakan, " ujarnya.
Mereka mundur ujarnya karena kekuatan tidak seimbang, pasalnya enam perampok yang ada saat itu semuanya menggengam senjata api siap tembak. Dari selongsong peluru yang ditemukan di TKP mereka menggunakan senjata jenis FN, bukan senjata api rakitan.
Mengenai keterlibatan orang dalam yang memasok informasi kepada para perampok, berdasarkan pengembangan sejauh ini Kasat Reskrim belum dapat memastikannya. Namun mengingat para perampok mengetahui jadwal pengambilan uang, kemungkinan dugaan ada orang-orang dalam. Namun kepastiannya menunggu hasil pengembangan penyidik.
Hal yang sama dikatakan salah seroang pengurus Gapoktan, Warno yang juga dihubungi Selasa siang terkait perkembangan kasus tersebut. Menurutnya belum ada kecurigaan terhadap orang dalam Gapoktan. Namun dirinya tidak bisa memastikan apakah orang luar Gapoktan ada yang terlibat.
Pasalnya para perampok mengetahui saat pengurus Gapoktan meninggalkan PT SAR setelah mengambil uang. Karena para perampok masuk ke kantor KUD berselang berapa menit setelah pengurus tiba di Kantor Gapoktan sekembali dari PT SAR.
Disamping itu dari informasi warga desa tetangga, diketahui saat pengurus Gapoktan hendak kembali ke kantor Gapoktan dari PT SAR warga desa tersebut melihat tiga sepeda motor melaju kencang membuntuti pengurus. "Dari informasi warga tersebut kecepatan tiga sepeda motor yang membuntuti itu seperti orang mengejar keluarga yang sedang kematian," ujarnya.
Kemudian saat dikonfrontir dengan warga desa tetangga usai kejadian sebutnya ciri-ciri orang yang mengendari tiga sepeda motor tersebut sama dengan pelaku perampokan di Kantor Gapoktan mereka.
Dalam kesempatan yang sama, saat ditanya kerugian yang diderita anggota Gapoktan usai kejadian, Warno berharap PT SAR dapat membantu menalangi kerugian petani. Sebab uang tersebut belum sempat dibagikan kepada para petani anggota Gapoktan. Padahal mereka sangat mengharapkannya.
"Itu harapan kita kepada perusahaan, agar ikut membantu petani karena uang yang seharusnya sudah sampai ke tangan mereka dirampok," pungkasnyua.***(mus/hrc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

