• Home
  • Hukrim
  • Pertamina Dumai Diminta Akomodir Tuntutan Warga Tanjung Palas

Keselamatan Warga Dalam Kecaman Kilang Minyak,

Pertamina Dumai Diminta Akomodir Tuntutan Warga Tanjung Palas

Rabu, 05 Maret 2014 12:05 WIB

DUMAI - Permintaan ratusan warga di Kelurahan Tanjung Palas Kecamatan Dumai Timur untuk di relokasi dari sekitaran kilang minyak milik PT Pertamina RU II Dumai hal yang lumrah dan perlu diakomodir oleh perusahaan tersebut.

Zainal Effendi, seorang tokoh masyarakat Dumai mengatakan, apa yang disampaikan dan diminta masyarakat itu sudah suatu kewajaran yang perlu untuk direspon segera. Mereka saat ini sangat mencemaskan dengan kerapnya kilang minyak meledak.

"Ratusan warga itu kini sedang dirundung ketakukan akibat sering terjadinya ledakkan di kilang minyak itu. Sudah sewajarnya mereka mendapatkan keputusan untuk di relokasi jauh dari sekitaran kilang minyak Pertamina," kata Zainal Effendi, Rabu (5/3/14).

Tidak itu saja, dia juga menyerankan kepada perusahaan semi plat merah itu tidak mengulur waktu dalam memberikan keputusan kepada ratusan warga yang tinggal di Kelurahan Tanjung Palas tersebut.

"Saya menyarakan agar segera mungkin Pertamina Dumai memberikan jawaban atas tuntutan tersebut. Mereka saat ini sudah tidak nyaman lagi tinggal di daerah itu, mengingat rasa trauma atas musibah meledaknya kilang minyak beberapa hari lalu," sarannya.

Sementara GM PT Pertamina RU II Dumai Nyoman Sukadana menemui ratusan warga Tanjung Palas yang melaksanakan aksi demontrasi tersebut. Dia mengatakan kepada warga dalam waktu 1 sampai 2 minggu akan ada jawaban dari Pertamina Pusat soal masalah ini.

"Kita di Dumai saat ini masih menunggu keputusan dari Pertamina Pusat soal tuntutan warga untuk meminta direlokasi akibat kecemasannya soal kilang minyak yang disebutkan kerap meledak dan terbakar," ungkapnya kepada ratusan warga.

Sebagai data tambahan, ratusan warga Tanjung Palas, Dumai Timur berkumpul di simpang jalan, Putri Tujuh. Ratusan warga yang bermukim di belakang kilang minyak Pertamina Dumai ini menggelar aksi demontsrasi ke gate I Pertamina.

Warga Tanjung Palas yang dipimpin Khalifah Epi, diberi pengamanan ketat oleh pihak kepolisian. Sementara di gate I Pertamina aparat kepolisian dan Satpol PP Kota Dumai siap siaga untuk menyambut kedatangan ratusan warga.

Mereka datang menyampaikan keluhan terhadap aktifitas kilang minyak PT Pertamina Rifenery Unit (RU) II Dumai dinilai sudah mengancam keselamatan warga di sekitar wilayah operasional, terutama bagi warga Kelurahan Tanjung Palas. 

Pasalnya, menurut ratusan warga yang berada di belakangan kilang minyak Pertamina Dumai sudah sering terjadi kebakaran dan ledakan di areal kilang. Tentu saja ini membuat jantungan ratusan warga di sekitar operasional perusahaan BUMN tersebut.

"Keberadaan kilang Pertamina kini sudah merampas rasa aman warga di sekitar operasional kilang. Apalagi, dengan seringnya kejadian ledakan dan kebakaran di arela kilang beberapa hari lalu," ujar Khalifah Epi. 

Menurutnya, sudah sering terjadi ledakan yang diikuti dengan kebakaran di kilang PT Pertamina Dumai. Kejadian ledakan dan kebakaran tersebut terjadi hampir setiap tahunnya. Begitu juga semburan limbah B3, Debu Cooker, bau yang menyengat dan suara bising. 

Peristiwa dan ledakan terakhir terjadi pada 16 Februari 2014 lalu. Masyarakat sekitar wilayah operaional merasa terancam. Karena itu, masyarakat mengajukan tuntutan bagi pihak PT Pertamina agar memberikan jaminan rasa aman.***(adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar