Perusahaan Belum Bayar Rapel, Buruh Kembali Blokir Gate DSF PT CPI
Jumat, 25 Juli 2014 02:57 WIB
MANDAU - Ratusan buruh dari sejumlah perusahaan subkontraktor Migas kembali melakukan aksi blokir di sejumlah gate PT CPI menuju kawasan DSF (Duri Steamflood) alias ladang minyak Duri Kamis (24/7/14). Aksi serupa juga mereka lakukan, Rabu (23/7) sehari sebelumnya. Hari itu, selain memblokir gate CPI, buruh juga sempat menahan mobil sejumlah perusahaan bandel.
Kalau saja mulai Kamis, proses pembayaran hak normatif seperti rapel kenaikan gaji, upah lembur, peserta Jamsostek dan THR yang mereka tuntut tidak juga dilaksanakan perusahaan, kalangan buruh di bawah komando Serikat Buruh Riau Independen (SBRI) mengancam akan kembali menggelar aksi serupa, Jumat (25/7) hari ini.
Menurut Epi, salah seorang koordinator aksi di gate, KM 125 CPI, pemblokiran sejumlah gate CPI ini dimulai sejak sekitar pukul 06.00 WIB. Penyebabnya, sejumlah perusahaan yang diminta tutup operasi masih beraktivitas.
Padahal Rabu, sehari sebelumnya, Disnakertrans Kabupaten Bengkalis sudah memutuskan bahwa delapan perusahaan yang tidak kunjung menuntaskan pembayaran hak-hak normatif karyawannya harus menghentikan operasi hingga kewajiban mereka lunas. ‘’Karena perusahaan masih juga beroperasi, kami terpaksa menggelar aksi ini,’’ tambah Epi.
Terpisah, Kabid Hukum dan HAM SBRI, BS Simbolon SH menyebutkan, karena ada itikat baik dari perusahaan dan CPI, aksi blokir di gate KM 125 dihentikan sekitar pukul 10.30 WIB. Sedangkan aksi di gate KM 116 dan gate 117 (gate Soeharto) dibubarkan lebih awal. Sepanjang aksi berlangsung, tidak ada bentrok dengan puluhan petugas Polsek Mandau yang diturunkan ke TKP.
‘’Karena ada itikat baik dari perusahaan dan CPI, aksi kami hentikan dulu. Perundingan lanjutan pun dilaksanakan di kantor PT CPI. Kalau sejak, Kamis (kemarin,red) tidak juga dimulai pembayaran hak-hak normartif yang dituntut sekitar 700 karyawan, besok (hari ini,red) buruh akan kembali menggelar aksi,’’ sebut BS Simbolon.
Akibat aksi blokir itu, karyawan perusahaan lain yang tidak bermasalah pun tidak bisa masuk kawasan Duri Steamflood (DSF) pagi kemarin. Menjelang pulang atau malah bisa masuk ke DSF, kehadiran mereka di sejumlah gate PT CPI tambah meramaikan suasana. Meski agak panas, demo menuntut hak tersebut berlangsung dalam situasi kondusif.
Sementara Communication Manager PT CPI, Tiva Permata dalam rilisnya, Kamis (24/7) menyebutkan, unjuk rasa (buruh) di Duri dilatarbelakangi masalah internal beberapa perusahaan mitra kerja Chevron dengan karyawannya.
Menurut Tiva, Chevron menghormati hak mitra kerjanya untuk mengelola usahanya, organisasi, karyawan serta hubungan industrial antara perusahaan dengan karyawannya sendiri. ‘’Manajemen perusahaan mitra kerja wajib menyelesaikan setiap sengketa industrial dengan karyawannya melalui mekanisme yang ditetapkan sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku. Chevron akan membantu dalam memantau kepatuhan para mitra kerjanya,’’ katanya.
Chevron, lanjut Tiva, mendorong semua perusahaan mitra kerjanya untuk mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku dan melaksanakan kesepakatan yang telah dibuat bersama.
‘’Sengketa industrial wajib diselesaikan oleh manajemen perusahaan mitra kerja dan karyawannya melalui mekanisme yang ditetapkan sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku. Apabila tidak ada kesepakatan di antara keduanya, Chevron akan membantu memfasilitasi bersama-sama dengan pihak terkait agar tercapai kesepakatan,’’ ucapnya.***(rpc-din)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

