Proyek Over Lay Jalan Bintan Dumai Diduga Tak Sesuai Bestek
Jumat, 29 Juli 2016 13:23 WIB
DUMAI - Warga Kelurahan Bintan meminta Walikota Dumai Zulkifli AS bertanggunngjawab atas pelaksanaan proyek overlay yang saat ini dihentikan pekerjaaannya oleh Dinas Pekerjaan Umum karena tidak sesuai dengan bestek.
"Kita minta Walikota ikut bertanggung jawab atas pekerjaan proyek yang distop Dinas PU. Kami minta pekerjaan proyek overlay benar-benar dikerjakan sesuai bestek sehingga kuat dan tahan lama," kata Kijok, warga Bintan.
Permintaan warga tersebut bukan tanpa alasan, karena kontraktor pelaksananya nerupakan orang dekat Walikota Dumai. Bahkan ada kabar yang menyebutkan bahwa kontraktor merupakan tim sukses Zulkifli As pada pemilihan Kepala Daerah yang lalu.
Dikabarkan juga tim sukses bersangkut merupakan tim yang sangat dipercaya Zul As. Bahkan kontraktor pelaksanana itu dikabarkan banyak membantu pemenangan Zulkifli As di Pilkada Kota Dumai beberapa bulan lalu.
"Wajar kami minta Walikota ikut bertanggung jawab dalam persoalan ini, karena kontraktornya merupakan orang kepercayaan Zulkifli As pada pilkada lalu dan disebut-sebut banyak membantu Zul As menduduki kursi Dumai Satu,” paparnya.
Berdasarkan informasi yang dirangkum dilapangan menyebutkan, kontraktor pelaksana proyek overlay itu berinisial RS. Selain orang dekat Zulkifli As, juga dikabarkan pernah berdomisili bersama di Pekanbaru.
Informasi berkembang lagi, bahkan pada kampanye pilkada lalu, sang kontraktor merupakan supir sekaligus ajudan sang Walikota. Oleh karena itulah, Walikota Dumai bisa mengintruksikan sang kontraktor untuk bekerja secara profesional.
Sebagai data tambahan dan pendukung, bahwa pekerjaan lanjutan over lay jalan Bintan, Kecamatan Dumai Kota yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah(APBD) tahun 2016 menjadi perhatian serius bagi warga sekitar yang melihatnya.
Pasalnya proyek senilai Rp.2.382.334.000 yang dikerjakan oleh CV.Jaya Permana dinilai tidak sesuai bestek. “Sesuai dengan bestek yang saya ketahui jenis batu base yang diminta adalah jenis A, namun setelah melihat kondisi di lapangan ternyata tidak sesuai," terangnya.
Selain jenis batu base tidak sesuai dengan bestek,Menurut De, banyak tahapan pekerjaan tidak dikerjakan sesuai dengan yang diharapkan.
“Kita lihat saja banyak sisi jalan yang tidak dikupas padal sesuai dengan volume seluruh sisi tersebut harus dikupas untuk pematangan lahan,”ujarnya.
Untuk itu dirinya berharap agar dinas terkait benar benar melakukan pengawasan terhadap kualitas proyek yang dikerjakan rekanan.
“Proyek ini menggunakan uang rakyat, dan kita berharap agar konsultan pengawas selaku perpanjangan tangan Dinas PU menjalankan funsinya,”himbaunya.
(rdk/prc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Abdul Wahid Bantah Perintah Setoran di Sidang Tipikor Pekanbaru
-
Hukrim
HAKORDIA 2025 di Yogyakarta Jadi Tonggak Baru Sinergi Nasional Lawan Korupsi
-
Politik
Profil Bupati Meranti Muhammad Adil yang Kena OTT KPK
-
Sosial
LINK Download Twibbon Hari Anti Korupsi Sedunia 2022 Gratis
-
Hukrim
Tersangka Korupsi Dana Zakat Baznas Dumai Tertangkap, Ini Sosoknya
-
Hukrim
Syamsuar Bungkam Perihal KPK Tahan Mantan Gubernur Riau Annas Maamun

