• Home
  • Hukrim
  • Puluhan Massa ARB Minta PT. EMS Pulangkan TKA Cina

Puluhan Massa ARB Minta PT. EMS Pulangkan TKA Cina

Senin, 18 April 2016 16:48 WIB
DUMAI - Puluhan massa yang tergabung Aliansi Rakyat Berdaulat (ARB) menduduki Kantor PT. Energi Sejahtera (ESM) yang merupakan salah satu perusahaan dari Sinar Mas Group di Kecamatan Sungai Sembilan, Senin (18/4/16).

Dalam aksinya, massa ARB meminta agara tenaga kerja asing (TKA) yang didatangkan PT. Paramita Bangun Saranan (PBS) dipulangkan ke negara asalnya yaitu Cina. Sebab, mereka masuk ke Indonesia tidak mengantongi izin resmi dari pemerintah.

Selain itu, meminta Sinarmas agar meninjau kembali atas kontrak yang telah diberikan kepada PT PBS dan mewajibkan seluruh perusahaan rekanan yang berada dilingkungannya memperkerjakan tenaga kerja asing harus dapat menyerap tenaga kerja lokal sebagai pendamping sesuai dengan peraturan dan Undang-Undang yang berlaku.

Koordinator Lapangan, Andi Rony Saputra dalam orasinya menuntut agar perusahaan rekanan Sinarmas Grup, yang memperkerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) membayar retribusi kepada Pemerintah Kota Dumai sebesar USD 100 untuk satu tenaga kerja asing yang dipekerjakan, sesuai dengan Perda Kota Dumai nomor 9 tahun 2014.

Menurutnya sesuai informasi yang berkembang ada ribuan tenaga kerja asing asal Cina yang dipekerjakan di PT Paramita Bangun Sarana (PBS) yang merupakan rekanan Sinarmas Grup. Jika dalam waktu 1x24 jam tuntutan ini tidak dilaksanakan, maka Aliansi Rakyat Berdaulat akan mengerahkan massa lebih besar lagi pada tanggal 1 Mei 2016, mendatang.

"Apabila usulan ditolak tanpa ditimbang, suara dibungkam, kritik dilarang tanpa alasan, dituduh subversif, dan mengganggu kemanan. Maka hanya ada satu kata, lawan. Karena apa yang kami lakukan ini demi kesejahteraan masyarakat Kota Dumai dan demi suksesi pertumbuhan iklim bisnis yang sehat," tegas Andi Rony.

Sementara Humas PT PBS, Whuli Nurmayali, ketika dikonfirmasi sejumlah awak media mengatakan bahwa ada 281 tenaga kerja asing asal Cina yang bekerja untuk pekerjaan sipil dan struktur pabrik dari hasil turunan ketiga dari crude palm oil (cpo). Menurutnya, aksi demo yang terjadi ini merupakan tidak mendapat pekerjaan.

"Aksi unjuk rasa ini gara-gara tidak dapat kue (pekerjaan, red)," ungkap Whuli di areal PT PBS. Lebih lanjut dikatakannya, tenaga kerja asing asal Cina disuplai oleh PT CNEC, karena selain memiliki tenaga kerja, PT CNEC juga memiliki teknologi. Selain memperkerjakan tenaga kerja asing, PT PBS juga mengklaim memperkerjakan tenaga kerja lokal Kota Dumai.

Ia juga menjelaskan, sejak tahun 2014 lalu hingga saat ini, tenaga kerja asing asal Cina sudah bekerja di Kota Dumai. Selain itu juga, proyek pekerjaan ini sekitar bulan Juli akan selesai. "Tenaga kerja asing asal Cina yang bekerja disini sudah sesuai dengan administrasi dan kami sudah melakukan prosedur sebagaimana diatur dalam UU," jelas Whuli didampingi Liswanto dari PT ESM.

Sementara untuk mengamankan jalannya aksi demo yang dilakukan Aliansi Rakyat Berdaulat (ARB) juga mendapatkan pengawalan super ketat dari pihak Kepolisian setempat. Bahkan terlihat memimpin untuk mengamankan jalannya aksi demo yang dilakukan massa ARB tersebut Kabag Ops Polres Kota Dumai, Kompol Wawan.

Dikatakan Kompol Wawan, sebanyak 100 personil Polres Dumai diturunkan untuk melakukan kawalan dan amankan jalannya aksi unjuk rasa di Depan Kantor PT. Paramita Bangun Sarana (PBS) Kelurahan Lubuk Gaung Kecamatan Sungai Sembilan. Setelah mendapat kawalan dan pengamanan, aksi massa berlangsung tertib.

(rdk/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar