• Home
  • Hukrim
  • Sang Kanit Bantah Kenal dan Dekat dengan Korban

Sang Kanit Bantah Kenal dan Dekat dengan Korban

Kamis, 06 November 2014 16:21 WIB
PEKANBARU :  Terkait adanya dugaan keterlibatan sang Kanit Reskrim Polsek Sinaboi Aipda JRG (alias Hendar), atas tewasnya Eka Farida (50), Jumat (31/10/2014) lalu, masih menjadi teka-teki. 

Investigasi forensik masih bekerja keras mengungkap peristiwa tersebut. Sementara sang Kanit akui dirinya tak kenal sama sekali dengan korban.

Hingga Kamis (6/11/2014), sudah ada sekitar 15 orang saksi yang dimintai keterangannya terkait hal itu. Sementara Investigasi Forensik juga sudah mengumpulkan sejumlah barang bukti, baik di lokasi tempat kejadian perkara (TKP), maupun dirumah korban.

Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, kepada Halloriau.com, Kamis (6/11/2014) sore menuturkan, kasus ini sepenuhnya masih ditangani Mapolres Rohil. Sementara Polda, juga turut mengirimkan 5 anggotanya sebagai Asistensi (pendamping penyidikan), ke Mapolres Rohil.

"Agar kasus ini cepat menemukan titik terang, sehingga tidak menjadi teka-teki lagi. Sejauh ini anggota kita yang diduga terlibat, masih berstatus saksi," jelasnya.

Dari hasil visum sementara, kata Guntur, di tubuh korban didapati sejumlah luka, termasuk bekas tusukan benda tajam persis di bagian lehernya. Sementara sebagian anggota tubuh lainnya, ditemukan luka lebam. 

"Kita belum bisa memaparkan lengkap hasil visum, namun yang jelas, ada bekas luka tusukan," paparnya.

Terkait motif, Kabid Humas belum bisa memberikan keterangan, sebab, di depan penyidik, Kanit itu selalu menyatakan bahwa dirinya tidak mengenal korban sama sekali. "Pengakuannya tidak kenal, untuk itu kita belum bisa memastikan terkait motifnya," katanya.

Informasi yang dihimpun, korban kesehariannya berprofesi sebagai seorang tukang pijat di daerah Sinaboi Rohil. Dari sejumlah keterangan saksi yang dimintai polisi, secara merata terungkap, sang Kanit memang sempat terlihat bersama korban, baik kesehariannya, maupun saat sebelum nyawa korban dihabisi. 

"Masih kita dalami, sementara anggota ini (Hendar), sudah diamankan di Mapolres," pungkas Guntur.

Sementara menghilangnya sang Kanit saat terungkapnya kasus itu, jelas Guntur lagi, ia dinyatakan disersi (pergi meninggalkan tugas,red), sehingga terpaksa diambil tindakan berupa menjemput paksa JRG alias Hendar, di lokasi pelariannya di wilayah Dusun I, Aek Nabara, kecamatan Bangkalan, Labuhan Batu, Sumut, pada Sabtu (1/11/2014) sekitar pukul 08.00 Wib.

(hrc/adi/red)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar