Sopir Truk CPO Tewas Saat Perbaiki Mobil di Duri
Selasa, 03 Juni 2014 18:40 WIB
DURI - Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Itulah kiasan yang patut ditujukan oleh Ridwan (60) sopir Truk pengngkut CPO berplat Nomor Polisi (Nopol) BK 9098 CM tujuan Padang- Dumai.
Dirinya tewas di kolong mobilnya sendiri saat memperbaiki persneling, Selasa (3/6/14) sekitar pukul 12.00 WIB tepat dipinggir jalan lintas Duri- Dumai Kilometer 6, Desa Balai Makam, Kecamatan Mandau, Bengkalis.
Kejadian tersebut sontak mengundang warga yang berbondong-bondong ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melihat langsung apa gerangan yang terjadi hingga kemacetan dijalan lintas tersebut tak terhindarkan.
Kondisi dilapangan, dikarenakan mobil korban memakan setengah badan jalan yang mengharuskan petugas kepolisian bekerja ekstra keras menertibkan arus lalu lintas dan jalannya evakuasi.
Anak korban, Taufik menuturkan bahwa ia dan bapaknya itu berangkat dari Padang dengan tujuan ke Kota Dumai guna mengantarkan muatan CPO. Namun saat tiba di TKP sekitar pukul 09.00 WIB, mobil yang dibawanya mengalami masalah pada persneling hingga membuat korban harus turun tangan memperbaikinya.
Setelah beberapa jam berkutat dengan persenling mobil itu, tiba-tiba salah seorang pengendara membangunkan Taufik dan mengatakan korban yang berada dikolong mobil tidur atau tewas, namun Taufik menjawab mungkin tidur.
Dijawab lagi oleh pengendara itu, kelihatannya korban mengalami masalah dengan posisinya yang terlihat mencurigakan. Dengan sigap Taufik mengecek korban ke kolong mobil.
Saat dibangunkan, ternyata benar, korban tidak bergerak lagi hingga korban berusaha meminta bantuan warga sekitar untuk mengevakuasinya ke Rumah Sakit terdekat. "Saya dikabari orang juga yang melihat gelagat lain ayah saya saat memperbaiki mobil," tuturnya.
Dikatakan Taufik, selama ini memang ayahnya mengalami riwayat penyakit asam urat kambuhan yang terkadang mengganggu pekerjaannya sebagai sopir.
"Kami tinggal di Kelakap tujuh, Dumai Pak, mudah-mudahan ayah saya ini hanya pingsan saja dan saya berharaap tetap hidup," ratapnya sambil mengusap air mata sembari membopong jenazah korban hingga ke mobil ambulance.
Diduga, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, korban mengalami serangan jantung hingga membuat akhir hayatnya harus berakhir dikolong mobil yang keseharian menjadi mata pencahariannya.***(hen)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kecelakaan Kapal Pekerja Migran di Pulau Rupat, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Pendidikan
Hari Pramuka ke-65, Logo dan Tema Resmi 2026
-
Politik
DPRD Riau Masuk Tahap Akhir Penanganan Parisman dan Indra Gunawan
-
Ekbis
BRK Syariah Didorong Jadi Mitra Perbankan Perusahaan di Riau
-
Pendidikan
Keracunan MBG di Dumai, 45 Siswa Dirawat
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?

