Konflik 5 Desa Sengketa,
Warga Kampar Demo di Mapolda dan Kantor Gubernur Riau
Selasa, 04 Februari 2014 15:11 WIB
PEKANBARU - Aksi demonstrasi soal penyelesaian 5 desa yang disengketakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar dengan Pemkab Rokan Hulu (Rohul), kembali berlangsung di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) dan kantor Gubernur Riau, Selasa (4/2/14) siang.
Kali ini massa mengatasnamakan Forum Solidaritas Masyarakat Kampar Bersatu (FSMKB) berunjuk rasa menuntut Polda Riau mengusut tuntas penyerangan oleh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Rohul di Desa Tanah Datar.
"Kami minta Bapak Kapolda Riau mengusut dalang penyerangan itu," kata Anuar, Koordinator Lapangan (Korlap) FSMKB dalam orasinya.
Setelah berorasi sekitar 20 menit, massa meminta untuk bertemu dengan Kapolda Riau Brigjen Pol Condro Kirono. Tetapi permintaan itu tidak dikabulkan, karena Kapolda Riau sedang tidak berada di kantornya.
Akhirnya massa meminta Kapolsek Pekanbaru Kota Kompol Jogi Riau Samudra membacakan aspirasi mereka. Setelah mendengar penyataan sikap mereka dibacakan Kapolsek Pekanbaru Kota, massa FSMKB pun akhirnya melanjutkan aksi di kantor gubernur.
Di sana, Anuar kembali berorasi menuntut Gubernur Riau (Gubri) menindaklanjuti surat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Mahkamah Agung (MA) terkait status 5 desa yang telah ditetapkan masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Kampar.
"Kami meminta Bupati Rohul Achmad untuk lebih bijak dalam bertindak dan menaati aturan hukum dan keputusan hukum yang telah ada," tutupnya.***(son)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kecelakaan Kapal Pekerja Migran di Pulau Rupat, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Pendidikan
Hari Pramuka ke-65, Logo dan Tema Resmi 2026
-
Politik
DPRD Riau Masuk Tahap Akhir Penanganan Parisman dan Indra Gunawan
-
Ekbis
BRK Syariah Didorong Jadi Mitra Perbankan Perusahaan di Riau
-
Pendidikan
Keracunan MBG di Dumai, 45 Siswa Dirawat
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?

