Tolak Iuran Replanting KKPA,
Warga Pelalawan Blokir Jalan ke PT Musim Mas
Rabu, 12 Maret 2014 12:51 WIB
PANGKALANKERINCI - Warga Kecamatan Pangkalan Lesung yang tegabung kepada kelompok tani Rawa Tengkuluk melakukan aksi Selasa kemarin (11/3/14). Akibat aksi puluhan anggota kelompok tani ini, akses jalan PT Musim Mas putus.
Informasi yang dirangkum riauterkini dilapangan menyebutkan warga memblokir habis akses jalan masuk dan keluar mobil PT Musim Mas. Praktis akibat peblokiran jalan ini aktivitas perusahaan perkebunan kelapa sawit ini terganggu. Meskipun demikian, dilaporkan aksi ini berjalan lancar dan damai.
Aksi ini dilakukan oleh anggota kelompok tani Rawa Tengkuluk berjumlah 401 orang menolak iyuran bulanan sejak Januari 2014 sebesar 250 ribu untuk satu orang. Mereka menolak uang tersebut dipungut oleh pihak perusahaan.
Mereka menuding uang iyuran tersebut nanti disalah gunakan. Justru warga lebih cendrung ditiadakan uang iyuran tersebut. "Intinya, kami menolak uang iyuran yang dipotong dari hasil kebun setiap bulan disetor kepada pihak perusahaan. Lebih baik uang itu kami yang memungutnya, atau ditiadakan," ujar salah seorang anggota kelompok tani menolak dituliskan namanya.
Ditempat terpisah, Humas PT Musim Mas, Kanna ketika dihubungi riauterkini.com melalui telepon genggamnya, Rabu (12/3/14) mengaku akibat aksi pemblokiran jalan tersebut sangat menganggu aktifitas perusahaan.
Secara lugas Kanna menjelaskan, iyuran tersebut merupakan tabungan koperasi Rawa Tengkuluk. Bahkan iyuran ini, diputuskan melalui koperasi bersama pihak perusahan selaku bapak angkat KKPA.
Awalnya, pihak perusahaan menawarkan iyuaran tersebut setiap bulan dipotong dari hasil kebun Rp 600 ribu untuk satu anggota. Namun melalui musyawarah mufakat akhirnya ditemukan jalan tengah yakni dengan memutus di angka Rp 250 ribu setiap bulan.
Maksudnya, iyuran ini adalah sebut Kanna diperuntukkan untuk replating kebun KKPA kelompot tani itu sendiri. "Sekarang umur kebunnya diatas 10 tahun, makanya kita bersepakat dengan kelompok tani menabung untuk persiapan replating kebun masyarakat sendiri. Jadi dengan adanya tabungan ini tidak memberatkan utang anggota nanti setelah memasuki pase replating," ujarnya.
Kanna menjelaskan, iyuran ini disimpan pada tabungan bersama. Bukan ke pos perusahaan. Semua pihak berhak mengontrol dana ini. "Ini bersifat tabungan bersama, semua anggota bisa mengontrolnya," tandas Kanna seraya mengatakan tujuan iyuran ini adalah untuk menabung persiapan, peremajaan kebun 15 tahun kedepan.***(feb)
Informasi yang dirangkum riauterkini dilapangan menyebutkan warga memblokir habis akses jalan masuk dan keluar mobil PT Musim Mas. Praktis akibat peblokiran jalan ini aktivitas perusahaan perkebunan kelapa sawit ini terganggu. Meskipun demikian, dilaporkan aksi ini berjalan lancar dan damai.
Aksi ini dilakukan oleh anggota kelompok tani Rawa Tengkuluk berjumlah 401 orang menolak iyuran bulanan sejak Januari 2014 sebesar 250 ribu untuk satu orang. Mereka menolak uang tersebut dipungut oleh pihak perusahaan.
Mereka menuding uang iyuran tersebut nanti disalah gunakan. Justru warga lebih cendrung ditiadakan uang iyuran tersebut. "Intinya, kami menolak uang iyuran yang dipotong dari hasil kebun setiap bulan disetor kepada pihak perusahaan. Lebih baik uang itu kami yang memungutnya, atau ditiadakan," ujar salah seorang anggota kelompok tani menolak dituliskan namanya.
Ditempat terpisah, Humas PT Musim Mas, Kanna ketika dihubungi riauterkini.com melalui telepon genggamnya, Rabu (12/3/14) mengaku akibat aksi pemblokiran jalan tersebut sangat menganggu aktifitas perusahaan.
Secara lugas Kanna menjelaskan, iyuran tersebut merupakan tabungan koperasi Rawa Tengkuluk. Bahkan iyuran ini, diputuskan melalui koperasi bersama pihak perusahan selaku bapak angkat KKPA.
Awalnya, pihak perusahaan menawarkan iyuaran tersebut setiap bulan dipotong dari hasil kebun Rp 600 ribu untuk satu anggota. Namun melalui musyawarah mufakat akhirnya ditemukan jalan tengah yakni dengan memutus di angka Rp 250 ribu setiap bulan.
Maksudnya, iyuran ini adalah sebut Kanna diperuntukkan untuk replating kebun KKPA kelompot tani itu sendiri. "Sekarang umur kebunnya diatas 10 tahun, makanya kita bersepakat dengan kelompok tani menabung untuk persiapan replating kebun masyarakat sendiri. Jadi dengan adanya tabungan ini tidak memberatkan utang anggota nanti setelah memasuki pase replating," ujarnya.
Kanna menjelaskan, iyuran ini disimpan pada tabungan bersama. Bukan ke pos perusahaan. Semua pihak berhak mengontrol dana ini. "Ini bersifat tabungan bersama, semua anggota bisa mengontrolnya," tandas Kanna seraya mengatakan tujuan iyuran ini adalah untuk menabung persiapan, peremajaan kebun 15 tahun kedepan.***(feb)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

