Warga Rohil Tewas Disambar Petir Saat Kendarai Motor
Jumat, 06 Juni 2014 11:36 WIB
BAGANSIAPIAPI - Warga Rimba Melintang, Rokan Hilir tewas disambar petir sedang mengendari sepeda motor, sepulang mengantar anak sekolah. Sebelum berangkat, suaminya sempat melarang korban pergi karena hujan belum reda, mengingat sebelumnya juga pernah ada warga disambar petir.
Saat itu, Rabu (4/6/14), korban bernama Maimunah Boru Rambe (39), seorang ibu rumah tangga, sekira pukul 08.30 WIB, warga RT 05 Sukajadi, Kepenghuluan Jumrah, ditemukan tetangganya Suriyanto alias Tompel (33) hangus dengan sepeda motornya, Suzuki Shogun BM 2099 DT.
Dikatakan Tompel kepada wartawan, saat itu hujan dan pintu rumahnya ditutup. Ia mendengar ada sepeda motor berhenti dijalan depan rumahnya, dan ia mencium bau kabel hangus terbakar. "Saya kira ada TV yang konslet," kata Tompel.
Dirinya langsung melihat dijalan ada sebuah sepeda motor yang terbakar. Dan melihat Maimunah sudah terbakar berserta sepeda motornya.
"Posisinya terhimpit motor, kondisi korban tampak sudah tidak bernyawa. Dan ada satu pengendara yang melintas membantu menyiram motor yang terbakar," kata Tompel.
Ternyata, Maimunah saat itu pulang setelah mengantarkan anak bungsunya sekolah. Diperjalanan ia disambar petir, sedang mengendarai sepeda motor tersebut.
Sontak sepeda motornya terbakar. Sehingga korban terjatuh dan petir juga mengenai bagian tubuh pada paha sebelah kanan.
Akibat luka bakar yang ia derita, Maimunah sempat dilarikan ke Puskesmas Rimba Melintang guna memastikan kondisinya. Namun setelah diperiksa korban dinyatakan tidak bernyawa lagi.
Maimunah diketahui seorang ibu yang mempunyai lima anak, anak yang diantar salah satunya masih duduk di kelas IV SD.
Sementara itu, Datuk Penghulu Jumrah, Sukardi Ahmad kepada wartawan dirumah duka mengatakan, korban itu selain mempunyai lima anak kandung, ia juga merawat seorang anak yatim piatu. Namun malang, si yatim piatu yang masih berusia 4 tahun itu juga di tinggalkan oleh ibu yang merawatnya.
"Kita turut prihatin. Di samping keluarga yang kurang mampu, sementara dititipkan seorang anak yatim piatu dan tertimpa musibah pula. Saya terkejut saat mendengar kabar ada salah satu warganya tersambar petir," ucap penghulu.
Kepala SDN 013 Sukajadi, Ennis Wati kepada wartawan turut prihatin atas musibah tersebut. Dikatakannya sebelumnya juga ada korban serupa di daerah Sarang Elang Jumrah.
"Kita prihatin. Tak biasanya ibunya mengantarkan anaknya ke sekolah," kata Ennis.
Diceritakan Ennis, awalnya anaknya dilarang untuk pergi sekolah oleh sang ayah karena cuaca saat itu hujan. Namun Maimunah tetap ingin anaknya masuk sekolah. Tak seperti biasanya beliau mengantarkan anak bungsunya itu, namun itulah ajal telah menjemput.
"Beliau tetap ngotot untuk mengantarkan anaknya sekolah, padahal suaminya telah melarang karena hujan," cerita Ennis.
Sementara itu, Kapolsek Rimba Melintang IPDA Zulhainan saat dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut. "Benar, tadi kita juga datang ke rumah duka. Korban murni tewas di tempat setelah kesambar petir," pungkas Kapolsek.***(nop)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

