Waspadalah Karhutla Picu Penyakit dan Rugikan Masyarakat
Kamis, 13 Maret 2014 12:38 WIB
DUMAI - Waspadalah bagi anda yang menjadi Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan yang ada di Provinsi Riau, khususnya di sejumlah Kabupaten dan Kota. Karena, akibat perbuatan itu banyak masyarakat yang terkena penyakit dan dirugikan serta tidak sedikit pula biaya yang dikeluarkan oleh Negara untuk menanggulangi bencana asap tersebut.
Untuk menuntaskan permasalahan bencana asap hingga ke akar-akarnya, Tim Satgas (Satuan Tugas) Penanggulangan Bencana Asap Riau yang di Komandoi oleh Komandan Korem 031 Wira Bima Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto sebagai Incident Commander terus berupaya memadamkan titik api melalui satgas yang telah dibentuk.
Dari informasi yang diperoleh, mulai Rabu (12/3) sebanyak 200 Personil gabungan TNI/Polri yang merupakan Satgas Pemburu Pembakar Hutan dan Lahan sudah mulai bergerak ke sejumlah wilayah Kebakaran Hutan dan Lahan (Kahutla) yang ada di Riau. Satgas ini berguna untuk memburu dan menangkap para pelaku karhutla.
Komandan Sub Satgas Udara Penanggulangan Bencana Asap di Riau Letkol Lek Emil Syarief didampingi Pasi Op Batalyon Komando 462 Paskas Pekanbaru di Dumai Kapten Pas Agus Muhammad Arif mengungkapkan, tahap pertama penanggulangan Bencana Asap di Riau akan berakhir pada tanggal 14 Maret 2014 mendatang.
"Sesuai arahan dan informasi yang kita peroleh, penanggulangan Bencana Asap di Riau nampaknya akan diperpanjang dan pada tanggal 14 Maret. Tim Satgas akan melakukan evaluasi terhadap upaya-upaya yang telah dilaksanakan dalam menanggulangi Karhutla ini. Maka dari itu, waspadalah bagi pelaku karhutla," tegasnya.
Ditambahkannya, 200 Personil Satgas Pemburu Pembakar Hutan dan Lahan itu tidak menetap disatu titik daerah Karhutla, tetapi disebar. Dan 200 personil itu pada Rabu tadi telah disebar di tiga titik wilayah Karhutla yang masih marak di Riau, diantaranya di Kabupaten Pelalawan, Siak dan Kabupaten Bengkalis.
"Dari 200 Personil Satgas Pemburu Pembakar Hutan dan Lahan, 31 Personil diantaranya merupakan unsur TNI dari Batalyon Komando 462 Paskas Pekanbaru. Semua personil saat ini sudah melakukan kinerja pengintaian di sejumlah wilayah yang notabene rawan aksi pembakaran hutan dan lahan," imbuh Kapten Pas Agus.
Diharapkannya, upaya yang telah dilakukan oleh Tim Satgas Penanggulangan Bencana Asap di Riau ini membuahkan hasil yang maksimal dan dengan telah dikerahkannya ratusan Personil Satgas Pemburu Pembakar Hutan dan Lahan di Riau bisa mengungkap para pelaku pembakaran, sehingga dapat menjadi efek jera bagi mereka.***(adi)
Untuk menuntaskan permasalahan bencana asap hingga ke akar-akarnya, Tim Satgas (Satuan Tugas) Penanggulangan Bencana Asap Riau yang di Komandoi oleh Komandan Korem 031 Wira Bima Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto sebagai Incident Commander terus berupaya memadamkan titik api melalui satgas yang telah dibentuk.
Dari informasi yang diperoleh, mulai Rabu (12/3) sebanyak 200 Personil gabungan TNI/Polri yang merupakan Satgas Pemburu Pembakar Hutan dan Lahan sudah mulai bergerak ke sejumlah wilayah Kebakaran Hutan dan Lahan (Kahutla) yang ada di Riau. Satgas ini berguna untuk memburu dan menangkap para pelaku karhutla.
Komandan Sub Satgas Udara Penanggulangan Bencana Asap di Riau Letkol Lek Emil Syarief didampingi Pasi Op Batalyon Komando 462 Paskas Pekanbaru di Dumai Kapten Pas Agus Muhammad Arif mengungkapkan, tahap pertama penanggulangan Bencana Asap di Riau akan berakhir pada tanggal 14 Maret 2014 mendatang.
"Sesuai arahan dan informasi yang kita peroleh, penanggulangan Bencana Asap di Riau nampaknya akan diperpanjang dan pada tanggal 14 Maret. Tim Satgas akan melakukan evaluasi terhadap upaya-upaya yang telah dilaksanakan dalam menanggulangi Karhutla ini. Maka dari itu, waspadalah bagi pelaku karhutla," tegasnya.
Ditambahkannya, 200 Personil Satgas Pemburu Pembakar Hutan dan Lahan itu tidak menetap disatu titik daerah Karhutla, tetapi disebar. Dan 200 personil itu pada Rabu tadi telah disebar di tiga titik wilayah Karhutla yang masih marak di Riau, diantaranya di Kabupaten Pelalawan, Siak dan Kabupaten Bengkalis.
"Dari 200 Personil Satgas Pemburu Pembakar Hutan dan Lahan, 31 Personil diantaranya merupakan unsur TNI dari Batalyon Komando 462 Paskas Pekanbaru. Semua personil saat ini sudah melakukan kinerja pengintaian di sejumlah wilayah yang notabene rawan aksi pembakaran hutan dan lahan," imbuh Kapten Pas Agus.
Diharapkannya, upaya yang telah dilakukan oleh Tim Satgas Penanggulangan Bencana Asap di Riau ini membuahkan hasil yang maksimal dan dengan telah dikerahkannya ratusan Personil Satgas Pemburu Pembakar Hutan dan Lahan di Riau bisa mengungkap para pelaku pembakaran, sehingga dapat menjadi efek jera bagi mereka.***(adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Pendidikan
Tahun Baru Islam Jadi Momentum Pemko Dumai Perkuat Karakter Religius Pemuda
-
Lingkungan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kapolda Riau Pimpin Penanaman Mangrove di Dumai
-
Sosial
Hari Lahir Pancasila 2026 di Dumai Berlangsung Khidmat, Perkuat Persatuan Bangsa
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal

