• Home
  • Infotorial
  • Dinas PPPA Dumai Memandang Perlu Dibentuk Komunitas Dul Rempak

Dinas PPPA Dumai Memandang Perlu Dibentuk Komunitas Dul Rempak

Novia Andrani Selasa, 17 Juli 2018 22:12 WIB
DUMAI - Pemerintah Kota Dumai melalaui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) memandang perlu dibentuk Komunitas Peduli Perempuan dan Anak (Dul Rempak) Kota Dumai sebagai wujud tanggungjawab pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak bagi korban serta untuk merespon permasalahan perempuan dan anak yang banyak terjadi di masyarakat.

Komunitas Dul Rempak sendiri nantinya akan mencarikan solusi terbaik bagi korban agar mereka mendapatkan hak-haknya sebagaimana dijamin dalam peraturan perundang-undangan. Komunitas Dul Rempak juga bukan sebagai saingan organisasi yang sudah dibentuk pemerintah daerah seperti P2TP2A, tapi sebagai pelengkap dalam penanganan kasus perempuan dan anak yang mengalami permasalahan.

Dengan membentuk Komunitas “DUL REMPAK” Kota Dumai, maka diharapkan dapat mengetahui kondisi perempuan dan anak yang mengalami permasalahan serta kebutuhannya. Kemudian menindaklanjuti laporan dan yang disampaikan ke organisasi perempuan dan anak yang dibentuk pemerintah daerah untuk menyelesaikan permasalahan perempuan dan anak secara cepat dan tetap sesuai yang dibutuhkan.

Selanjutnya, terlindunginya perempuan dan anak yang mengalami permasalahan dari hal yang dapat membahayakan dirinya dan terpantaunya permasalahan perempuan dan anak. Maksud dari pembentukan Komunitas Dul Rempak sebagai acuan bagi Pemerintah Kota Dumai baik tingkat kota dan kelurahan dalam melakukan langkah-langkah pembentukan Komunitas Dul Rempak di Kota Dumai.

Sedangkan tujuan dari Komunitas Dul Rempak Kota Dumai adalah adanya keseragaman dalam pembentukan Komunitas DUL REMPAK di KotaDumai;
Adanya koordinasi antar Komunitas Dul Rempak Kota Dumai dan dengan organisasi perempuan dan anak yang dibentuk Pemerintah Kota Dumai;
Memberikan petunjuk yang jelas bagi pemerintah daerah dalam pembentukan Komunitas DUL REMPAK; Memberikan pemahaman dan penyamaan persepsi tentang Keberadaan Komunitas Dul Rempak di daerah.

Tak hanya itu saja, untuk melaksanakan tugas tersebut Komunitas Dul Rempak mempunyai fungsi sebagai berikut; pertama, melakukan penjangkauan terhadap perempuan dan anak yang mengalami permasalahan; kedua, melakukan identifikasi kondisi dan layanan yang dibutuhkan perempuan dan anak yang mengalami permasalahan; ketiga, melindungi perempuan dan anak dilokasi kejadian dari hal yang dapat membahayakan dirinya.

Ke empat, menempatkan dan mengungsikan perempuan dan anak yang mengalami permasalahan keorganisasi layanan perempuan dan anak yang dibentuk oleh pemerintah daerah maupun lembaga layanan perempuan dan anak di daerah bila diperlukan; dan Kelima, melakukan rekomendasi kepada organisasi layanan perempuandan anak yang dibentuk oleh pemerintah daerah terdekat atau lembaga layanan perempuan dan anak untuk mendapatkan layanan lebih lanjut.

Kemudian Komunitas Dul Rempak harus memberikan layanan seoptimal mungkin dengan memperhatikan hak perempuan dan anak yang mengalami permasalahan. Dalam keadaan darurat dapat bekerjasama dengan lembaga-lembaga tertentu untuk memberikan perlindungan; Memberikan kemudahan, kenyamanan, dankeselamatan; Menggunakan bahasa sederhana yang mudah dimengerti oleh perempuan dan anak yang mengalami permasalahan dan bersikap empati dan sensitif terhadap perempuan dan anak yang mengalami permasalahan.

Sementara mekanisme kerja dari Komunitas Dul Rempak sendiri yaitu untuk menjamin sinergitas dan kesinambungan langkah-langkah layanan terhadap perempuan dan anak yang mengalami permasalahan secara terpadu, melakukan koordinasi dan hubungan secara langsung dengan unit layanan terkait untuk melayani perempuan dan anak. Koordinasi dengan unit layananterkait diantaranya adalah:

1.UPT-PPA/P2TP2A
Koordinasi dengan UPT-PPA/P2TP2A dilakukan apabila: Komunitas Dul Rempak mengetahui ada perempuan dan anak yang mengalami permasalahan dan melaporkan kepada UPT-PPA/P2TP2A untuk ditangani;

UPT-PPA/P2TP2A memerintahkan Komunitas Dul Rempak untuk melakukan penjangkauan terhadap perempuan dan anak yang mengalami permasalahan atas aduan kasus yang disampaikan komunitas Dul Rempak sendiri atau aduan kasus yang disampaikan ke organisasi layanan perempuan dan anak yang dibentuk pemerintah daerah;

Komunitas Dul Rempak melaporkan kepada organisasi layanan perempuan dan anak yang dibentuk pemerintah daerah bila kemungkinan perempuan dan anak yang mengalami permasalahan harus diungsikan ke shelter organisasi layanan perempuan dan anak yang dibentuk pemerintah daerah atau ke rumah aman;

Komunitas Dul Rempak melaporkan pelaksanaan tugas penjangkauan kepada organisasi layanan perempuan dan anak yang dibentuk pemerintah daerah. Mengenai bentuk laporan hasil penjangkauan dari Komunitas Dul Rempak kepada organisasi layanan perempuan dan anak yang dibentuk pemerintah daerah.
 
2.Dinas PP-PAProvinsi/Kabupaten/Kota
Koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Dumai dalam hal Komunitas Dul Rempak kesulitan berkoordinasi dengan organisasi layanan perempuan dan anak yang dibentuk pemerintah daerah dalam situasi darurat.

3.Polisi
Koordinasi dengan kepolisian dilakukan dalam hal: Pada saat penjangkauan, perempuan dan anak dalam keadaan yang membahayakan dirinya karena diancam atau dianiaya pelaku dengan melindungi korban dan mengamankan pelaku atau Komunitas Dul Rempak diancam oleh pelaku; dan Perempuan dan anak yang mengalami permasalahan telah meninggal dunia untuk ditangani kepolisian.

4.Unit Layanan Kesehatan
Koordinasi dengan layanan kesehatan dilakukan apabila perempuan dan anak mengalami keadaan yang membahayakan jiwanya sebagai akibat dari tindak kekerasan yang dilakukan pelaku seperti lukaberat, hilangkesadaran atau yang bersifat gawat dan kritis.

5.Dinas Sosial
Koordinasi dengan Dinas Sosial dilakukan untuk mengungsikan perempuan dan anak yang mengalami permasalahan karena dirinya terancam atau dikhawatirkan mengalami kekerasan dari pelaku untuk ditempatkan di rumah aman.

Alur Layanan Komunitas Dul Rempak

Proses penanganan perempuan dan anak yang mengalami permasalahan sebagai berikut:

1.Perempuan dan anak yang mengalami permasalahan atau pendampingnya melapor kepada organisasi layanan perempuan dan anak yang dibentuk pemerintah daerah atau kepada Komunitas DUL REMPAK tentang permasalahannya dan Komunitas DUL REMPAK melapor kepada organisasi layanan perempuan dan anak yang dibentuk pemerintah daerah untuk dibantu penyelesaiannya;

2.Organisasi layanan perempuan dan anak yang dibentuk pemerintah daerah melakukan analisis permasalahan perempuan dan anak yang dilaporkan apakah perludilakukan penjangkauan atau tidak;

3.Dalam hal organisasi layanan perempuan dan anak yang dibentuk pemerintah daerah menganggap bahwa perempuan dan anak mengalami permasalahan perludilakukan penjangkauan, maka organisasi layanan perempuan dan anak yang dibentuk pemerintah daerah dapat memerintahkan Komunitas Dul Rempak untuk melakukan penjangkauan guna mengecek kebenaran kasus atau dilakukan proses identifikasi terkait kondisi korban dan kebutuhan layanan yang diperlukan dengan mengeluarkan surat penugasan;

4.Komunitas Dul Rempak melakukan penjangkauan untuk mengetahui kondisi perempuan dan anak yang mengalami permasalahan dengan memastikan alamat rumah korban dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait antara lain RT,RW, Kepolisian;

5.Komunitas Dul Rempak melakukan idenifikasi melalui wawancara terhadap perempuan dan anak yang mengalami permasalahan untuk memastikan bahwa perempuan dan anak itu adalah korban, mengetahui identitas pelapor, pelaku, jenis kekerasan, hubungan korban dengan pelaku, tempat kejadian, kebutuhan korban;

6.Komunitas Dul Rempak melakukan observasi kondisi perempuan dan anak yang mengalami permasalahan dan tanda-tanda kekerasan;

7.Komunitas Dul Rempak memberikan pengobatan terhadap perempuan dan anak mengalami luka ringan;

8.Komunitas Dul Rempak membawa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang diperlukan, apabila perempuan dan anak mengalami sakit akibat dari kekerasan;

9.Komunitas Dul Rempak membawa perempuan dan anak yang mengalami permasalahan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut;

10.Komunitas Dul Rempak mengungsikan perempuan dan anak yang mengalami permasalahan ketempat yang aman antara lain Dinas Sosial, rumah orangtua, saudara kandung;

11.Komunitas Dul Rempak meminta perlindungan kepada kepolisian untuk mendapatkan perlindungan sementara; dan

12. Komunitas Dul Rempak membuat laporan kepada organisasi layanan perempuan dan anak yang dibentuk pemerintah daerah tentang hasil penjangkauan dan identifikasi korban serta rekomendasi kepada organisasi layanan perempuan dan anak yang dibentuk pemerintah daerah untuk menangani kasus tersebut.

Prinsip Layanan Komunitas Dul Rempak

DUL REMPAK dalam memberikan layanan kepada perempuan dan anak yang mengalami permasalahan dilakukan dengan memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:

1.Nondiskriminasi
Artinya setiap anggota Komunitas Dul Rempak berkewajiban memberikan layanan terhadap perempuan dan anak yang mengalami permasalahan, dengan tidak boleh membedakan layanan berdasarkan latar belakang ras, agama, kepercayaan suku dan bangsa serta status sosial.

2.Hubungan setara dan menghormati
Komunitas Dul Rempak harus dapat menempatkan dirinya dalam bentuk ”teman aman”, yaitu orang yang dapat dipercaya oleh korban untuk menolong dan mengembalikan kepercayaan korban sehingga perempuan dan anak yang mengalami permasalahan dapat menyampaikan perasaan, keinginan dan permasalahan yang dihadapi.

3.Menjaga privasi dan kerahasiaan
Komunitas Dul Rempak dalam memberikan layanan harus dilakukan di tempat tertutup, aman dan terjamin kerahasiaannya, serta tidak ada orang lain atau anggota keluarga yang mengetahui guna membangun kepercayaan dan rasa aman. Kerahasiaannya ini sangat diperlukan, mengingat perempuan dan anak yang mengalami permasalahan merasama lubila kasusnya diketahui orang lain. Untuk itu Komunitas Dul Rempak harus menyediakan
ruangan yang memadai untuk menjaga kerahasiaan.

4.Memberi rasa aman dannyaman
Komunitas Dul Rempak harus memastikan bahwa perempuan dan anak yang mengalami permasalahan dalam keadaan aman dan nyaman dalam menceritakan masalahnya, pelaku tidak mengetahui tempat perempuan dan anak yang mengalami permasalahan diberikan layanan.

5.Menghargai perbedaan individu (individual differences)
Komunitas Dul Rempak harus memahami bahwa setiap perempuan dan anak yang mengalami permasalahan mempunyai latarbelakang, pengalaman hidup dan copingmechanism (caramenghadapi stress) yang berbeda sehingga tidak boleh dibandingkan dengan yang lain dalam hal apapun.

6.Tidak menghakimi
Komunitas Dul Rempak harus memastikan bahwa apapun kondisi perempuan dan anak yang mengalami permasalahan atau informasi yang diberikan tidak menghakimi atau mengadili, dan tidak menyalahkan atas kejadian yang dialami.

7.Menghormati pilihan dan keputusan korban sendiri
Komuniatas Dul Rempak harus menghormati hak korban untuk mengambil keputusan yang dianggap terbaik bagi dirinya, serta tidak memaksakan agar perempuan dan orang tua anak mengambil keputusan sesuai dengan saran dan masukan dari Komunitas Dul Rempak.

8.Menggunakan bahasa sederhana dan dapat dimengerti
Komunitas Dul Rempak dalam melakukan identifikasi perlu menggunakan bahasa yang dapat dimengerti dan diterima oleh perempuan dan anak yang mengalami permasalahan.

9.Empati
Komunitas Dul Rempak harus menghayati dan memahami apa yang dirasakan oleh perempuan dan anak yang mengalami permasalahan. Untuk itu Komunitas Dul Rempak harus mengikuti semua yang diekspresikan oleh korban.

Kebutuhan perempuan dan anak korban kekerasan harus mendapatkan perhatian, baik itu penanganan pengaduan, pelayanan kesehatan, bantuan hukum, rehabilitasisosial, dan reintegrasisosial. Oleh karena itu dengan hadirnya Komunitas Dul Rempak Kota Dumai, segela permasalah perempuan dan anak yang menjadi korban mendapat pendampingan secara ekstra.

(Infotorial/Novia Andrani, Kabid Perlindungan Hak Perempuan di Dinas PPPA Kota Dumai)
Tags DPPPA DumaiDinas PPPA DumaiDul RempakPemko Dumai
Komentar