• Home
  • Kesehatan
  • Kadiskes Riau sebut 25 Penumpang Lion Air Segera di Uji Swab

Kadiskes Riau sebut 25 Penumpang Lion Air Segera di Uji Swab

CNN Indonesia Selasa, 07 Juli 2020 21:16 WIB
PEKANBARU - Sebanyak 25 penumpang maskapai penerbangan Lion Air pada Ahad (5/7/20) lalu akan dilakukan uji swab. 

Hal itu terkait lolosnya penumpang positif Covid-19 dari Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) atas nama Tn ES (56), melakukan perjalanan ke Jakarta.

Sebanyak 25 orang maskapai Lion Air itu, merupakan para penumpang yang duduk berdekatan dengan Tn ES. Hal ini untuk menulusuri, apakah orang di sekitaran Tn ES positif Covid-19 atau negatif.

"25 orang, akan dilakukan swab, yang duduk kiri, kanan, depan belakang. Semua penumpang," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, Selasa (7/7/20).

Tidak hanya itu, petugas Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II juga diminta ditelusuri, siapa saja yang ada melakukan kontak dengan Tn ES.

"Sudah diminta pihak bandara juga ditracing kemana saja dengan siapa melakukan kontak. Kan bisa dicek di CCTV, kemana dengan siapa Tn ES," ungkap Mimi.

Ada pun terkait keberadaan warga Rohul positif Covid-19 yang sudah berada di Jakarta itu, sudah dirawat dan dicek kesehatannya di salah satu Puskemas di DKI Jakarta. Keluarga Tn ES di Jakarta juga sudah dilakukan tracing, terutama yang ada kontak erat.

"Kami setiap hari memonitor. Saat ini pasien Covid-19 Tn ES di dilakukan pemeriksaan kesehatan di salah satu Puskesmas di DKI Jakarta," papar Mimi.

Positif Covid-19 Lolos Naik Pesawat Lion Air Riau-Jakarta

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Riau menyatakan ada seorang pasien positif Covid-19 asal Riau yang menggunakan pesawat terbang dari Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru ke Jakarta. Indra menjelaskan, pasien itu tercatat sebagai kasus positif Covid-19 ke-235 di Riau.

Juru Bicara Gugus Tugas Riau Indra Yovi mengatakan pasien berinisial ES itu warga Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) berusia 56 tahun. Dia menegaskan pihaknya akan segera melakukan pelacakan pada orang-orang yang pernah kontak erat dengan pasien positif tersebut.

Sebelum terbang ke Jakarta, ES melakukan pemeriksaan uji deteksi cepat (rapid test) pada 2 Juli 2020 di salah satu rumah sakit swasta di Rohul untuk keperluan perjalanan ke Jakarta dengan hasil reaktif.

"Kami akan bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan Pekanbaru dan dari pihak penerbangan, akan lihat posisi duduknya di pesawat di mana dan melakukan tracing pasien," kata Juru Bicara Covid-19 Riau Indra Yovi dalam pernyataan pers di Pekanbaru, dikutip dari CNN Indonesia, Senin (6/7/2020).

Kemudian pasien dilanjutkan dengan pengambilan swab pertama pada tanggal 3 Juli 2020. Pada tanggal 4 Juli 2020 dilanjutkan swab yang kedua di RSUD Rokan Hulu. 

Menurutnya, ES telah diedukasi oleh pihak rumah sakit untuk melakukan isolasi mandiri di rumah sampai hasil pemeriksaan swab menggunakan PCR (Polymerase Chain Reaction) keluar hasinya.

Namun, pada 5 Juli 2020, ES nekat berangkat ke Jakarta dengan melakukan rapid test mandiri di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Hasil rapid test di Bandara menunjukkan nonreaktif sehingga ES melanjutkan perjalanan ke Jakarta dengan menumpangi pesawat Lion Air.

Meski demikian Indra tidak menjelaskan alasan terjadi perbedaan uji rapid test di Rohul dengan di Bandara Pekanbaru. ES melakukan perjalanan ke Jakarta dengan pesawat Lion Air pukul 11.30 WIB.

"Dia lakukan rapid test mandiri hasilnya negatif, makanya bisa terbang," kata Indra.

Kemudian setelah hasil uji swab terhadap ES baru keluar pada 6 Juli dan dinyatakan positif Covid-19. Indra mengatakan saat ini ES berada di Jakarta dan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Riau sudah melakukan komunikasi dengan Gugus Tugas covid-19 di Jakarta untuk penanganan ES selanjutnya.

Dia mengharapkan dengan kerja sama dengan berbagai pihak bisa mengetahui orang-orang yang sempat kontak dengan ES di Bandara maupun pesawat. Selain itu masih belum diketahui riwayat penularan Covid-19 dari pasien ES.

"Nanti dari pihak penerbangan akan lihat dimana posisi duduknya ES dimana dan tracing. Kepada penumpang yang dekat dengan ES di pesawat diharapkan melaporkan diri, bisa di Jakarta maupun bisa di tempat dia berada sekarang agar bisa tracing pasien ini," ujarnya.

Secara terpisah Humas Lion Air Pekanbaru, Novi, ketika dikonfirmasi menyatakan belum mengetahui informasi satu penumpang maskapai tersebut yang positif covid-19. Pihak maskapai akan mengeluarkan pernyataan pers secepatnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan meski pasien positif terus bertambah, tingkat hunian di Rumah Sakit tidak bertambah secara signifikan. Bahkan tingkat hunian tempat tidur untuk pasien Covid-19 masih berkisar 53%, artinya RS masih memiliki separuh dari kapasitas yang ada.

"Artinya masih ada separuh kapasitas yang belum terpakai ini kita yakini kasus positif yang ditemukan dari beberapa provinsi ini dari pelaksanaan kontak tracing agresif," kata Yurianto, Senin (06/07/2020).

Yurianto mengatakan kebanyakan kasus positif yang ditemukan dengan minimal dan tidak ada indikasi untuk dirawat di RS. Untuk itulah Gugus Tugas biasanya menyarankan pasien untuk melakukan isolasi mandiri dengan tepat, sehingga tidak menyebabkan penularan yang lebih luas.

"Pasien positif masih belum seluruhnya bisa kita temukan, kemungkinan masih ada kasus positif yang belum teridentifikasi. Protokol kesehatan jadi kunci agar tidak tertular. Setiap orang harus patuhi jaga jarak, pakai masker yang benar, kalau tidak akan sangat mungkin terinfeksi," katanya. (*)

Tags CoronavirusCovid-19Covid 19Lion AirVirus Corona
Komentar