Lambannya Pelayanan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Disoroti Komisi E DPRD Riau
Minggu, 12 Juli 2015 16:36 WIB
PEKANBARU - Pelayanan yang diberikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru kembali mendapat sorotan dari kalangan wakil rakyat yang duduk di Komisi E DPRD Riau. Soratan itu mengarah pada lambannya pelayanan rumah sakit milik pemerintah tersebut.
Pasalnya, beberapa hari lalu seperti kasus terhadap pasien korban perampokan tertembak meninggal dengan peluru masih di tubuhnya mendapatkan perawatan lamban dari rumah sakit tersebut. Dan masalah itu sampai didengan wakil rakyat di Komisi E DPRD Riau.
"Kejadian ini salah satu contoh. Kasus sebelumnya juga sering terjadi. Itu kondisinya darurat tentu harus cepat ditangani. Karena ini berkaitan dengan nyawa manusia," kata Anggota Komisi E DPRD Riau, Ade Agus Hartanto di Pekanbaru, Sabtu.
Diketahui sebelumnya Sugianto (47) korban perampokan yang terjadi di Desa Sibabat, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu, akhirnya meninggal dunia di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Kamis (9/7) sekira pukul 07.00 WIB.
Ade menegaskan bahwa keluhan lambannya pelayanan RSUD bukan hanya satu kali ini saja, menurutnya beberapa waktu lalu masalah pelayanan kerap menjadi keluhan pasien.
Padahal, kata Politisi PKB ini, hasil rapat dengar pendapat terakhir dengan RSUD masalah pelayanan selalu menjadi pertanyaan bagi kalangan dewan. Namun sampai saat ini pelayanan yang kurang baik tersebut masih saja menjadi keluhan masyarakat.
"Pada RDP terakhir kita juga sudah sampaikan dan mereka katakan supaya ini tidak terjadi lagi. Kalau masih terjadi artinya apa yang kita sampaikan masuk kuping kanan keluar kuping kiri," paparnya.
Oleh karena itu dikatakannya agar Pelaksana Tugas Gubernur Riau perlu melakukan evaluasi dan dicarikan solusi terhadap persoalan tersebut. Bila perlu menurutnya dilakukan evaluasi manajemen RSUD tersebut.
"Gubernur perlu melakukan solusi terhadap hal ini dan perlu. Jika masalahnya manajemen tentu harus lakukan evaluasi. Riau ini dikenal dengan daerah yang kaya. Sangat ironis kalau masalah pelayanan rumah sakit terhadap pasien saja masih seperti ini," lanjutnya.
Menurutnya, nantinya komisi E akan kembali melakukan pemanggilan manajemen dan Direktur RSUD Arifin Ahmad untuk melakukan RDP.
(rdk/ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
Ketua Pansus Sebut Deadline Penyelesaian RTRW Riau Belum Sampai Sebulan
-
Politik
Pansus RTRW Riau Tidak Akomodir Kepentingan Perusahaan
-
Politik
Hearing Empat Kabupaten, Pansus RTRW Riau Beberkan Perubahan
-
Politik
DPRD Riau Targetkan KUA PPAS Dibahas Agustus 2017
-
Politik
Ketua Pansus RTRW Riau Bantah Usulkan Tambahan Kawasan Hutan Diputihkan
-
Politik
Koordinator Pansus RTRW Riau Heran Ada Penambahan Lahan untuk Diputihkan

