Lavender I Kampung Tanjung Kuras Siak Pemenang Asuhan Mandiri
Arif Rahim Senin, 02 Oktober 2017 19:30 WIB
SIAK - Kelompok Lavender I Kampung Tanjung Kuras Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak mewakili Provinsi Riau dalam perlombaan Asuhan Mandiri.
Pemanfaatan Taman Obat Keluarga (TOGA) dan Akupresur secara administrasi berpeluang menjadi juara satu tingkat nasional.
Setelah keluar sebagai pemenang tingkat Provinsi, Kelompok Lavender I yang beralamat Kampung Tanjung Kuras, meraih nilai tertinggi dibandingkan dari 12 kabupaten lain.
"Sehingga berkesempatan mewakili Provinsi Riau ke tingkat nasional dan memiliki peluang menjadi juara satu," ujar Camat Sungai Apit, Suparni,Senin (2/10/2017).
Untuk itu, lanjut Suparni tim penilaian dari pemerintah pusat datang ke Kecamatan sungai apit untuk melakukan verifikasi langsung apakah yang dipaparkan di kementerian sesuai dengan fakta di lapangan.
"Tim penilaian ini, akan menilai langsung ke Kampung Tanjung Kuras. Mudah-mudahan kita bisa mempertahankan nilai yang sudah ada dan resmi meraih peringkat satu nasional," ucapnya.
Dalam penilaian ini, jelaskan oleh Kadiskes Siak, dr Tony Chandra, saat ini Riau yang diwakili Kabupaten Siak bersaing dengan perwakilan dari Bali, Sulawesi Tengah dan Bangka Belitung. Pada dasarnya pihaknya sangat mendukung.
"Penilaian juga bukan penanaman pohon atau tanaman obat saja, tetapi apa hasil produk atau hasil olahan dari tanaman tersebut, serta antusias masyarakat membeli produk tersebut," ucapnya.
Wakil Bupati Siak Alfedri mengatakan tanaman obat di halaman rumah sangatlah bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan keluarga yang mandiri.
"Perlu kita ketahui pembangunan kesehatan merupakan bagian yang penting dalam pembangunan nasional. Jadi apabila kita menanam tanaman obat di perkarangan atau lingkungan rumah," katanya.
"Kita sudah ikut menyumbang melakukan pembangunan nasional. Minimal kalau ada keluarga sakit ringan bisa di obati secara mandiri tidak perlu ke dokter," jelasnya menambahkan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan minat masyarakat untuk menggali potensi tanaman obat lebih dalam lagi. Serta dapat memanfaatkan lahan sekecil apapun baik itu di rumah maupun di kebun untuk membudidayakan tanaman berkhasiat sebagai obat.
"Selain itu bisa juga meningkatkan perekonomian dengan menjualbelikan hasil olahan dari tanaman obat-obatan tersebut," harapnya.
(arf/arf)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Bupati dan Wabup Siak Belim Mobnas Rp4,6 Miliar di Tengah Pandemi
-
Ekbis
Kabupaten Siak Terima PAD Rp8,9 Miliar dari Tol Pekanbaru-Dumai
-
Hukrim
Dugaan Korupsi Bappeda Siak, Sidang Tuntutan Yan Prana Ditunda
-
Hukrim
Jaksa Sebut Sekdaprov Riau Yan Prana Indra Jaya Rugikan Negara Hingga Rp2,8 Miliar
-
Hukrim
Mahasiswa Demo Kejati Riau Soal Kelanjutkan Kasus Korupsi di Pemkab Siak
-
Hukrim
Kejati Riau Kembali Periksa Sekdaprov Yan Prana Terkait Dugaan Korupsi di Siak

